Senin, 16 Agustus 2021

Belajar Ketekunan, Kesabaran, dan Keyakinan dari Jalaludin Pengusaha Aren di Tanggamus

 

Pak Jalal dan Ibu Siti Masuro



Wartalampung.id, Tanggamus – Namanya Jalaluddin. Umurnya 53 tahun. Jalal, demikian nama panggilannya, adalah suami dari Siti Masuro, 49 tahun.


Dari pernikahanya, mereka dikaruniai tujuh orang anak. Berprofesi sebagai petani, ia dan istrinya mampu mengantarkan putra putrinya hingga ke perguruan tinggi.


Anak keduanya lulus S2 di kampus ternama di Lampung.


Jalal dan keluarga tinggal di Dusun Kuningan Sari, Desa Datar Lebuay, Kecamatan Air Naningan, Kabupaten Tanggamus.


Selain menjadi petani  ia juga berprofesi sebagai pemilik gula aren.


Sudah 26 tahun ia menekuni pekerjaan ini. Menurutnya, perlu waktu 5-10 tahun untuk menunggu sekaligus merawat pohon aren ini hingga bisa menghasilkan air gula aren untuk dideres.


Jalal mengatakan, pohon aren ini bisa tumbuh di dataran tinggi maupun dataran rendah. Ada beberapa alasan mengapa Jalal menekuni nderes gula sampai hari ini.


Di antaranya karena pohon aren termasuk salah satu pohon yang kuat dan umurnya panjang.


Ada beberapa pelajaran yang bisa pembaca ambil dari kehidupan Jalal.


Pertama, ketekunan. Jalal bilang, dalam proses nderes ini jika tidak diambil dan dibersihkan setiap pagi dan sore, tidak akan berhasil dan tidak bisa mengeluarkan air. Maka itu, ia menganjurkan setiap kita tekun dan rajin dalam bekerja.


Kedua, kesabaran. Jalal menyatakan, kadang-kadang kalau nderes ini ada yang diambil sama binatang, biasanya beruang atau kalau dulu sering ada gembul. Kadang juga diambil sama orang yang menginginkan.


“Jadi kita hanya bisa pasrah. Oh ini berarti bukan rezeki saya, Serta kalau hujan deras biasanya air arenya basi,” tambahnya, Sabtu lalu, 14/8/2021.


Ketiga, keyakinan terhadap rezeki. Jalal menuturkan, pohon aren itu tidak pernah ia tanam, tapi tumbuh dengan sendiri.


“Langsung Allah yang menumbuhkan di kebun kami. Begitulah cara Allah memberikan rezeki kepada hamba-Nya. Rezeki sudah Allah siapkan. Tinggal kita yang bergerak untuk menjemputnya,” ujarnya. [Mutmainnah, Siswi SMA IT Daarul Ilmi Bandar Lampung]

3 komentar:

  1. Masyaa Allah, Pak. Kalau ini sih biarkan aren yang bekerja untukmu. Sudah sepasrah itu sama Tuhan di samping usahanya yang memang giat. Smeoga berkah selalu pakkkkk

    BalasHapus
  2. Masya Allah keren sekali perjuangan Bapaknya Mila dengan berjuang keras menjual aren anaknya berhasil. Barokallah.

    BalasHapus
  3. MasyaAllah, semoga selalu berkah dan sehat pak. Keren banget perjuangannya bisa buat sukses gitu.

    BalasHapus