Tampilkan postingan dengan label motivasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label motivasi. Tampilkan semua postingan

Jumat, 11 Februari 2022

Sehari Jadi Kader Forsip Al-Madani Unand

Bismillah

Assalamualaikum sahabat Mila, pagi ini berkesempatan ikut agenda zoom meeting bersama sahabat  Forsip (Forum Studi Islam Psikologi) Universitas Andalas.

Pertemuan awal sebetulnya tidak terduga. Tadi pagi sekitar pukul 07.00 WIB, Mila buka aplikasi instagram, terus muncul status feed instagram ustadz Akmal Sjafril mengenai agenda yang tercantum. Langsung Mila klik ah linknya (dalam hati membatin) ternyata terhubung dengan akun instagram @forsipalmadani. 

Minggu, 02 Januari 2022

Tiga Tips Buat Resolusi Untuk Kehidupan Yang Lebih Berarti

  

Milah Smart- Resolusi


Sahabat Mila, awal tahun identik dengan Resolusi. Banyak diantara kita atau teman-teman kita saling berkicau di media sosia mengenai resolusi. Ini resolusiku, mana resolusimu?. Bahkan diantara kita mungikin menyanyakan "Apa resolusimu tahun ini?"

Kamis, 25 November 2021

SIT Daarul Ilmi Bandar Lampung Apresiasi Pendidik dan Tenaga kependidikan

 


Dalam rangka memperingati Hari Guru Nasional tahun 2021, Sekolah Islam Terpadu Daarul 'Ilmi Bandar Lampung menggelar acara apresiasi pendidik dan tenaga kependidikan. Selain itu SIT Daarul'Ilmi juga menggelar acara potong tumpeng dan makan bersamaan sebagai bentuk kebersamaan dan rasa syukur keluarga besar SIT Daarul 'Ilmi. Kamis, 25/11/2021.

Kamis, 18 November 2021

Muslimah Sang pemimpi Penuh Prestasi dari Tanjung Balai

        Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh,

Sahabat Mila, pasti setiap kita pernah punya impian. Karena impianlah yang membuat diri kita terus bergerak. Karena impian juga yang membuat kita terus berlatih, berbenah dan berusaha mencapai kesuksesan.

Sabtu, 13 November 2021

Manajemen Waktu Salafus Sholeh

 

Milah Smart - Manejemen waktu shalafus sholeh

Bismillahirohmanirrahim.

Sahabat Milasmart dimanapun berada. Bagimana kabarnya? sehat?

Semoga Allah senantiasa memberkahi setiap aktivitas kita ya. Aaamiin 

Sahabat Mila pernah ndak merasakan seharian kegiatan gitu-gitu aja. Badan kerasa lemas dan capek banget, padahal ndak banyak aktifitasya. Seharian dirumah/dikontrakan, tapi rumaah masih acak-acaka ndak rapih.

Baru mengerjakan sholat duha, eh! Ndak kerasa udah dzuhur aja. Sering gitu tiba-tiba udah adzan magrib, padahal kita belum bersih-bersih diri. Akhirnya apa? Melewati hari tanpa amal yang berarti. Ketahuilah sahabat, bahwa (bisa jadi) waktumu tidak berkah. Naudzubillah.

Sebaik-baik masa adalah masa yang digunakan dengan aktifitas yang mendatangkan keberkahanNya.

Nah! Karena itulah pada kesempatakan hari ini, Mila akan mengajak sahabat Mila untuk mencermati bagimana para ulama terdahulu mengatur waktu agar full barokah.

Berikut beberapa cara ulama kita pada zaman dahulu membagi waktu mereka sehari semalam.

1. Abu Hurairah (membagi waktu malam menjadi tiga bagian)

Apa sih yang tidak kenal Abu Hurairah. Beliau salah salah satu sahabat Rasulullah SAW. Abu Hurairah adalah orang yang paling banyak meriwayatkan hadist. Semasa hidupnya, hampir ia tidak pernah berpisah menemani Rasulullah SAW. Sungguh beruntung Abu Hurairah bisahidup bersama dengan manusia paling mulia sepajang zaman.

Setiap hari, aktifitasnya adalah mengisi hati dnegan ilmu-ilmu dari sosok yang suci (Nabi Muhammad SAW) dan pada malam harinya, Abu Hurairah membagi malamnya menjadi tiga bagian. Yakni untuk shalat, untuk belajar dan tidur.

2. Imam Syafi’i (membagi waktu tiga bagian)

Nah! Sosok satu ini pun sangat inspiratif. Sungguh keagungan dan keberkahan senantianya membersamai setiap langkah kehidupannya. Siapa  itu? Imam Syafi’i rahimahullah  namanya.

Nama lengkap Imam Syafi’i adalah Abu Abdillah Muhammad bin Idris bin al-Abbas bin Utsman bin Syafi’ bin as-Sa’ib bin Ubaid bin Abdi Yazid bin Hasyim bin al-Mutthalib bin Abdi Manaf bin Qushai. Menurut beberapa referensi yang Mila baca, beliau lahir di Gaza (Palestina) pada tahun 150 H dan wafat tahun 204 H.

Beliau adalah seorang imam yang ahli dalam  al-Qur’an, ahli Hadits, ahli Ushul Fiqih, ahli Fiqih dan ahli Bahasa yang terkemuka di masanya. MasyaAllah ya. Maka tak heran semasa hidupnya beliau banyak melahirkan lebih dari delampan karya buku yang bisa kita baca dan pelajari hingga saat ini. Diantara kitab-kitab yang pernah beliau tulis diantaranya Kitab al-Umm karya Imam Syafi’i.

Imam Syafi’i yang merupakan salah satu imam mazhab ini, membagi waktu malamnya menjadi tiga bagian. Sepertiga pertamanya untuk menulis ilmu, sepertiga kedua untuk shalat malam, sepertiga akhirnya untuk tidur.

3. Imam Ghazali (membagi waktu tiga bagian)

Ya. Imam Ghazali sang Hujjahatul Islam. Beliau adalah seorang tokoh Muslim terkemuka sepanjang zaman yang dikenal sebagai seorang ulama, filsuf, dokter, psikolog, ahli hukum, dan sufi yang sangat berpengaruh di dunia Islam. Abu Hamid Muhammad bin Muhammad al-Ghazali ath-Thusi asy-Syafii nama lengkapnya.

Sahabat Mila, Imam Al-Ghazali ini juga dikenal sebagai seorang penulis produktif. Bagaimana tidak, di usianya yang terbilang muda, ia mampu melahirkan lebih dari 20 karya di berbagai cabang ilmu pengetahuan. Salah satu karya beliau yang termasyhur di dunia adalah kitab Ihya` Ulum al-din. Kitab ini telah menjadi rujukan umat Islam di seluruh dunia, termasuk Indonesia dalam mempelajari ilmu tasawuf. Di dalamnya, dijelaskan tentang jalan seorang hamba untuk menuju ke hadirat Allah.

MasyaAllah. Mila kemudian bertanya dalam hati, “Di balik sosok Imam Al-Ghazali yang cerdas ini, ada sosok Ibu yang mengandung dan melahirkannya.” Sungguh beruntunya ibu ini yang memiliki putra seperti ini. Memiliki anak yang cerdas, jenius dan sholeh adalah lebih mulia dibanding harta yang berharga di dunia. Semoga kelak kita juga (sebagai ibu) mampu melahirkan anak-anak seperti Imam Al-Ghazali ini. Aamiin ya Allah.

Nah! Kemabali ke tema awal ya sahabat Mila, bahwa sama halnya dengan imam Syafi’i, Imam Ghazali rahimahullah pun membagi waktu sehari semalam menjadi tiga bagian. Sepertiga untuk menulis ilmu, sepertiga untuk ibadah, dan sepertiga terakhirnya untuk istirahat.

Lalu, kapan waktu-waktu yang paling berharga untuk belajar? Kalau baca di beberapa litelatur, waktu yang sangat berharga adalah waktu pagi ini. Kebanyakan ulama menghafal pelajaran atau belajar itu di Pagi Hari. Para ulama salafus shalih memberikan kiat untuk memanfaatkan waktu belajar pada pagi hari.

Waktu yang terbaik terbaik untuk menghafal adalah waktu sahur, sebelum fajar, untuk meneliti adalah pagi, untuk menulis di tengah hari dan untuk menelaah sekaligus mengulang di waktu malam.

Kita juga tau, bahwa seorang Ibu Jarir Ath-Thabrani (seorang sejarawan dan pemikir muslim dari Persia) membagi waktunya menjadi empat bagian. Pagi ia gunakan untuk membaca. Setelah waktu dzuhur dan ashar beliau gunakan untuk menuliska apa yang menjadi hasil bacaannya di pagi hari. Setelah Magrib bersambung setelah shalat Isya beliau mengajarkan ilmunya. Tengah malam beliau bangun untuk melakukan  qiyamul lail.

Jarir Ath-Thabrani atau lebih dikenal dengan Ath-Thabrani, menulis rata-rata 40 halaman setiap harinya. Jumlah karangan Ibnu Jarir sebanyak 385.000 halaman.

Demikian sahabat Mila, beberapa penjelasan mengenai menejemen waktu Ulama Salafus Saleh. 

Sahabat masuk gaya belajarnya di tipe siapa? Silakan tulis di kolom komentar ya. Kalau belum punya, mari kita sama-sama belajar ya.

Semoga bermanfaat. Sampai bertemud di tulisan selanjutnya.

Salam,

Milah Smart

Slide Designer Muslimah & Training Facilitator

Kamis, 04 November 2021

Talkshow Kemediaan UKM Bapinda, Milah Smart Jadi Narasumber

 

Milah Smart
"Umi, Abi, hari ini teteh (panggilan di rumah) ikut agenda talkshow kemedian Ukm Bapinda di Kampus. Keren banget mi materinya. Dapat ilmu baru juga dari para pemateri." ujarku kepada Umi dan Abi lewat telpon seluler bermerk 1203 malam itu.

Minggu, 31 Oktober 2021

UKMI Ar Rahman Teknokrat Gelar Diskusi Online Sumpah Pemuda, Milah Smart Jadi Narasumber

 

Milah Smart

Bandar Lampung – Milah Smart, training facilitator memberikan materi seputar sumpah pemuda dan kualitas pemuda Islam pada diskusi online UKMI Ar-Rahman Teknokrat Indonesia, Ahad, 31/10/2021.

Kamis, 28 Oktober 2021

Empat Kunci Menghadapi Ujian Kehidupan


Milah Smart

Sahabat Mila dalam hidup ini, setiap orang di dunia ini pasti punya ujian kehidupan yang berbeda-beda. Misal kita sebagai seorang mahasiswa. Ada yang Allah uji dengan kekurangan biaya kuliah, belum bisa bayar uang kontrakan, ndak ada uang untuk beli sayuran, mau kerja kelompok harus iuran sekian puluh ribu, diundang teman untuk hadir tasyakuran wisuda, sementara kita ndak pegang uang seperserpun. Pernah mengalami? 

Teman seangkatannya di kampus sudah pada lulus S1, sedangkan kita masih disini-sini aja. Sudah berangkat pagi-pagi ke kampus, hujan-hujanan, Eh ternyata kagak kuliah, dosennya kagak masuk.

Skripsi tidak digarap, penelitian skripsi tertunda, bimbingan skripsi dicoret-coret terus. Ditinggal sahabat menikah, ditikung dari belakang dan lain-lainnya.  Ayo cung! siapa yang mengalami hal diatas. Hehe. Senyum dulu atuh neng:)

Selasa, 26 Oktober 2021

2021, Tahun Produktif Memulai Karya

 


Milah Smart - Hilang Tanpa Bilang


Ya. Tahun ini memang menjadi ledakan buat Mila. Selain memperdalam skill di dunia Slide Designer, Mila juga memperdalam skill di dunia kepenulisan.

Berawal dari sebuah tawaran nulis buku antologi bersama Nubala Project, impian yang pernah ditulis di delapan tahun silam baru terwujudkan tahun ini.


Pada awalnya belum PeDe.
Mungkin gitu tulisan Mila layak dibaca?

Alhamdulillah, berkat dukungan dan doa dari orang tua, teman, juga bimbingan para mentor di grup serta semangat dari muridku (Arai namanya) Mila akhirnya bisa menerbitkan 6 buku antologi.

Hal ini tentu tidak semata-mata terbit "cling" gitu. Ada perenungan panjang, mentoring, juga survey yang Mila lewati.

Dari enam buku diatas, sebagiannya yang berbentuk cerpen yang diangkat dari kisah nyata dan fiksi. Sebagaiannya adalah tulisan perjalanan Mila meraih impian.

Satu hal yang bisa Mila bagi kepada sahabat semua, kenapa Mila semangat untuk menempa diri di dunia kepenulisan. Yakni nasehatnya imam Al-Ghazali. "Jika kau bukan anak raja dan kau bukan anak seorang ulama besar, maka jadilah penulis."

Mila kemudian belajar bahwa membaca adalah menginstal kebaikan dalam diri dan menulis adalah untuk mentrasfer kebaikan.

Kemudian, ada banyak juga manfaat yang bisa kita dapatkan kalau kita punya skill menulis.

Doakan ya, saat ini Mila sedang menulis buku solo mengenai buku motivasi. Targetnya terbit di hari ulang tahun Mila. Asyik

Salam,
Milah Smart
Slide Designer Muslimah & Training Facilitator

Minggu, 24 Oktober 2021

Suara Merdu Usaid Bin Hudhair

 

Milah Smart - Suara Merdu Usaid Bin Hudhair


Assalamualaikum sahabat Mila, semoga Allah senantiasa memberikan kita keistiqomahan dalam beriman, beribadah dan bermuamalah. Shalawat dan salam mari kita sampaikan kepada Rasul Muhammad SAW, kepada keluarga, sahabat dan orang-orang yang senantiasa berkomitmen dengan ajarannya.

Dalam satu kesempatan, seorang Mus’ab bin Umair (seorang Sahabat Rasululah yang diutus untuk berdakwah ke kota Yatsrib, Madinah) membacakan Alqur’an saat bertemu dengan para pemuda yang ada di kota Yatsrib.

Dari sekian banyak orang yang mendengarkan bacaan Alqur’an yang dilantunkan oleh Mus’ab ini, ada laki-laki yang terpesona dan takjib dengannya. Namanya Usaid bin Hudhair. Ia adalah kepala suku Aus yang sudah lama menetap di kota Madinah.

“Alangkah indahnya yang kamu baca itu.” Kata Usaid bin Hudhair.

Usaid belum pernah mendengar bacaan yang mengagumkan seperti itu. Ia kemudian masuk Islam untuk bisa mengenal lebih jauh tentang ajaran yang dibawa oleh Rasulullah SAW.

Sejak masuk Islam, Usaid sangat gigih dan semangat untuk memperlajari ayat-ayat Alqur’an. Usaid memang diberikan kecerdasan otak yang cemerlang dalam  menghafalkan firman-firman Allah. Terbukti setelah ia berislam ia tidak pernah meninggalkan hari tanpa membaca Alqur’an. Kalau bahasa sederhananya, tiada hati tanpa membaca Alqur’an.

Usaid sangat mencintai ayat-ayat Alqur’an. Baginya ayat-ayat Allah itu begitu mengagumkan! Bila ia sedang membaca Alqur’an, suaranya begitu merdu dan menyekukkan hati. Sangat indah dan jernih. Terlebih lagi saat ia membacanya pada malam hari.

Para sahabat pun sangat senang ketika Usaid melantunkan firman-firman Allah itu. Bahkan ada diantara mereka yang menunggu-nunggu Usaid ketika akan memaca Alqur’an.

Suatu hari, Usaid duduk di belakang rumahnya. Anak-anak dan istrinya pun sudah tetelap tidur tepat disampingnya. Tidak jauh dari tempat duduknya, ada beberepa kuda miliknya yang sedang berdiri kokoh dan gagah. Terikat kuat di dekat tiang rumahnya.

Ya, Usaid memang terkenal sebagai penunggang kuda yang ulung, bahkan dirinya tergabung dalam pasukan berkuda Islam. Kecekatan Usaid dalam menunggang kuda begitu mengagumkan dan memukau. Selain itu, Usaid juga sangat menguasai pedang dan sangat jago memanah. Kuda yang gagah, pedang dan panah, selalu senantiasa menemani Usaid saat ikut dalam peperangan.

Nah! Malam itu, udara begitu sejuk dan lembut. Langitpun begitu bersih dan jernih. Bintang-bintang terlihat indah berkelap kelip. Suasana yang begitu tenang dan hening itu membuat Usaid bin Hudhair tergerak untuk membaca Alquran. Ia kemudian berwudu, mengambil Alqur’an dan membacanya. Ayat-demi ayat yang dilantunkannya begitu menenangkan. Suaranya mengalir merdu.

Saat beliau sedang melantunkan ayat-ayat Allah, tiba-tiba kuda-kudanya berputar-putra.

Hiiiiekkk..... Hiiiiekkk.... Kudanya berlari sambi bersuara. Saat Usaid berhenti membaca Alqur’an, kuda-kudanya pun berhenti berputar. Saat ia membaca Alqur’an lagi, kuda-kudanya kembali berputar sangat kencang. Saat Usaid berhenti membacanya, maka kudanya pun ikut berhenti. Begitupun seterusnya hingga Usaid menjadi heran.

“Ada apa ini?” Usaid berbisik dalam hatinya.

Ia kemudian bangkit melihat kuda-kudanya. Saat ia meliat ke atas langit, ia sangat terkejut. Usaid melihat ada Awan yang membentuk seperti payung raksasa. Indah dan sangat berkilau. Menggantung seperti lampu-lampu yang bersinar terang dan berkilau. Tak lama awan itu bergerak dan hilang dari penglihatan Usaid.

Keesokan harinya, ia segera bertemu denga Rasulullah dan menceritakan apa yang dialaminya tadi malam. Mendengar hal itu, Rasul tersenyum dan mengatakan “Wahai Usaid, itu adalah malaikat yang ingin mendengarkanmu membaca Alqur’an. Jika engkau teruskan bacaanmu, niscaya banyak oang yang akan melihatnya pula.”

Sahabat Mila, mendengar apa yang disampaikan Rasul, Usaid begitu berbahagia. Kuda-kuda yang berputar saat Usaid membaca Alqur’an juga mereka melihat para malaikat itu di langit. MasyaAllah yah.

Barokallah ya wahai Usaid. Sungguh engkau adalah teladan bagi kami. Semoga Allah senantiasa meramatimu dalam surgaNya. Sahabat Mila, bacaan Alqur’an Usaid ini tidak hanya didengarkan oleh para penduduk bumi tapi juga penduduk langit.

Lalu bagaimana dengan kita? Semoga kita bisa belajar dengan sosok Mujahid satu ini ya.


Salam,
Milah Smart

Slide Degisner Muslimah & Training Facilitator.

 

Kamis, 21 Oktober 2021

Selasa, 19 Oktober 2021

Mencintai Nabi Tanpa Tapi

 

Milah Smart - Mencintai Nabi Tanpa Tapi


Sahabat Mila, tepat di hari ini 20 Oktober 2021 kemarin bertepatan dengan 12 rabiul awwal 1443 H, setiap orang khususnya di Indonesia, berlomba-lomba memperingati hari kelahiran Nabi yang agung ini. Nabi Muhammad SAW. Dari pengajian hingga berbagai perlombaan juga digalakkan di setiap masjid-masjid.

Namun sahabat Mila, apakah makna sebenarnya mengenai Mualid Nabi Muhammad ini?

Minggu, 17 Oktober 2021

Empat Tips Presentasi tanpa Grogi

 

Milah Smart
 

Bismillahirohmanirrahim.

Sahabat Milasmart, pernah ndak, merasa grogi saat presentasi materi di kelas? tiba-tiba materi semuanya hilang/ngeblang? lieur bahasa sunda mah. 

Nah! ingin belajar tampil percaya diri, tapi masih bingung bagaimana caranya? Pada kesempatakan kali ini, Mila akan berbagi empat tips agar sahabat bisa tampil presentasi dengan percaya diri dan tanpa grogi. 

Kamis, 14 Oktober 2021

4 Tipe Manusia Ketika Menghadapi Ujian

 

Milah Smart

Assalamualaikum sahabat Mila, apa kabar? semoga selalu dalam keadaan sehat dan bahagia ya:) pada kesempatan yang berbahagia ini, Mila ingin berbagi tentang beberapa tipe manusia (kita sebagai hamba Allah) dalam menghadapi suatu ujian.

Tulisan ini Mila rangkum dari berbagai litelatur buku-buku Islam dan berbagai buku-buku motivasi. Salah satunya buku “Energi Sukses” karangan Ust. DR Miftahur Rahman El-Banjary, MA. (Beliau adalah salah satu motivator asal Indonesia, peraih Doktor Termuda, bidang Sastra dan Bahasa Arab di Universitas Cairo Mesir).

Rabu, 13 Oktober 2021

Empat Cara Seorang Muslim Menegur Saudaranya

 

Milah Smart

Bismillahirrahmanirrahim

Sahabat Mila, dimanapun beradaKali ini MIla ingin mengajak sahabat semua untuk membahas tentang satu masalah yang mungkin sudah tidak asing lagi dipendengaran kita semua. Yakni bagaimana seharusnya seorang muslim dalam menegur. Sebenarnya tulisan ini diawali dengan satu kisah MIla, beberapa tahun silam.

Minggu, 10 Oktober 2021

Antara Pamer dan Pencitraan

 

Milah Smart


Bismillahirohmanirrahim,,

Assalamualaikum sahabat Mila, semoga Allah Ta’ala yang telah mengiringi setiap kesulitan yang kita hadapi dengan kemudahan. Allah lah mengetahui bahwa keberhasilan tidak diraih tanpa kerja keras, kegigihan dan semangat untuk merealisasikan mimpi, mewujudkan karya yang bermanfaat bagi ummat Islam.

Minggu, 03 Oktober 2021

Semangat Dalam Senyap

Milah Smart

Sahabat Mila, mengutip dari nasehat Ibnu Qayyim al-Jauziyah dalam al-Fawa’id, beliau mengibaratkan bahwa ketika kita “beramal tanpa ikhlas dan ittiba’ (meneladani Nabi), maka hal itu, laksana musafir yang mengisi tas ransumnya dengan pasir. Hanya memberatkan perjalanannya, pun tidak bermanfaat baginya.”

Kamis, 30 September 2021

Perkara Rindu, Tuntaskan dengan Temu

 

Milah Smart

Kalimat diatas adalah kalimat yang dikirim mbak Novri via whatsapp kemarin (28/9/21), saat Mila tanya "Mau nyumbang kalimat motivasi ndak mbak"

Ya. Atas izin Allah kami dipertemukan saat vaksin di SDIT Permata Bunda 1 Bandar Lampung. Selain sama-sama sebagai peserta vaksinasi, mbak Novri ini juga mengajar di lembaga tersebut.

Rabu, 29 September 2021

Jadilah Ahli Dibidangnya

 

Milah Smart


Bismillah...
Assalamualaikum sahabat Mila. Selamat hari kamis ya. Kita harus tetap optimis untuk menetap masa depan yang manis.

Walau hari ini, banyak sekali ujian kehidupan yang membuat hatimu teriris.

Terus bagiman caranya.
Salah satunya kita perbaiki kulitas diri dan tingkatkan kapasitas diri. Cari berbagai hal yang membuat diri kita lebih produktif.

Minggu, 26 September 2021

Personal Branding

 

Milah Smart

Sahabat Mila, ketika kita berbicara tentang "personal branding" bukan dalam pencitraan melainkan hal itu adalah keharusan

Ya. Mila sampaikan begitu. Karena jika kita sebagai anak bangsa, sebagai pemuda Islam (khusunya kita sebagai seorang Musimah) tidak punya personal brangding, mau dibawa kemana generasi ummat ini.

Para sahabat di jaman Rasullah adalah para sahabat yang memiliki personal branding. Kita lihat salah satunya Abu Bakar Assiddiq. Ia adalah orang yang sangar dermawan, penyayang dan totalitas membersamai Islam. Bagaimana tidak, ia membawa seluruh hartanya untuk diinfakkan di jalan Allah.