Jumat, 31 Mei 2019

Belajar Yakin dari Pak Jalal

 

Milah Smart


Sahabat Mila, ini namanya Pak Jalaluddin (51 tahun). Beliau adalah suaminya Ibu Siti Masuro (47 tahun). Dari pernikahnya, mereka dikaruniai tujuh (7) orang anak. Walau berprofesi sebagai petani, beliau mampu mengantarkan putri keduanya lulus S2 di kampus ternama di Lampung. Pak Jalal (sapaan akrabnya) tinggal di desa Kuningan Sari pekon Datar Lebuay kabupaten Tanggamus.

Pak Jalaluddin


Gambar ini saya ambil kemarin (31/05/2019) saat saya menamani beliau mengambil air gula Aren di kebunnya. Kalau orang sunda bilang "Nyandak Gula Aren di kebon".

Sejak 24 tahun silam (1995) beliau sudah menekuni pekerjaan ini. Menurutnya, perlu waktu 5-10 tahun untuk menunggu sekaligus merawat pohon aren ini. Baru setelah itu, pohon aren siap untuk dijadikan deresan gula. Ada beberapa alasan mengapa beliau menekuni nderes gula sampai hari ini. Yaitu ketekunan, kesabaran dan keyakinan.


Pak Jalaluddin 


Pertama, kalau dalam proses nderes ini tidak tenun, tidak diambil dan dibersihkan setiap pagi dan sore, maka tidak akan berhasil dan tidak bisa mengeluarkan air. 

Kedua, tentang kesabaran. Kadang-kadang kalau nderes ini ada yang diambil sama binatang (biasanya binatang beruang, kalau dulu sering ada gembul) kadang juga diambil sama orang yang menginginkan. Jadi kita hanya bisa pasrah aja. Oh ini berarti bukan rezeki saya.


Pak Jalaluddin


Yang ketiga, kita harus yakin sama Allah yang maha luas pemberiannya. "Ini pohon aren tidak pernah kami tanam, tapi ada sendiri, langsung Allah yang menumbuhkan di kebun kami." Subhanallah.

Pohon  Aren - Pak Jalaluddin


Begitulah cara Allah memberikan rezeki kepada hambaNya. Rezeki sudah Allah siapkan. Tinggal kitalah yang bergerak untuk menyejemputnya.

Kita doakan ya, semoga Pak Jalal dan keluarganya selalu diberikan kesehatan, kelancaran rezeki dan selalu diberikan keberkahan dalam setiap aktivitasnya. Aamiin Allahumma Aamiin.

Semoga bermanfaat.

Senin, 14 Januari 2019

Filosofi Unik Dibalik Nama Milah Smart

Milah Smart
 

Assalamualaikum, selamat sore sahabat Mila. Semoga selalu dalam kedaan sehat dan berbahagia. Pada kesempatakan kali ini, Mila akan share tentang kisah dibalik nama Mila.

Awalnya, Mila memiliki nama Zam Zam Jamiatu Sholehah. Nama ini adalah nama yang diberikan oleh kakek Mila (Ayahya Ibu). Lantaran sejak Mila berumur tiga bulan (dalam perut Ibu Siti Masuro), sampai Mila lahir ke dunia dan berumur tiga bulan bayi, Ayah Mila memiliki deresan gula aren (gula merah). 

Setiap pagi dan sore hari, ayah mengambil air gula aren itu. Tumpah ruah seperti air zam zam di kota mekah. Karenanya nama itu disematkan pada Mila.  Ayah dan ibu pun setuju dengan nama itu.