Tampilkan postingan dengan label jalan-jalan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label jalan-jalan. Tampilkan semua postingan

Jumat, 11 Februari 2022

Sehari Jadi Kader Forsip Al-Madani Unand

Bismillah

Assalamualaikum sahabat Mila, pagi ini berkesempatan ikut agenda zoom meeting bersama sahabat  Forsip (Forum Studi Islam Psikologi) Universitas Andalas.

Pertemuan awal sebetulnya tidak terduga. Tadi pagi sekitar pukul 07.00 WIB, Mila buka aplikasi instagram, terus muncul status feed instagram ustadz Akmal Sjafril mengenai agenda yang tercantum. Langsung Mila klik ah linknya (dalam hati membatin) ternyata terhubung dengan akun instagram @forsipalmadani. 

Kamis, 18 November 2021

Muslimah Sang pemimpi Penuh Prestasi dari Tanjung Balai

        Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh,

Sahabat Mila, pasti setiap kita pernah punya impian. Karena impianlah yang membuat diri kita terus bergerak. Karena impian juga yang membuat kita terus berlatih, berbenah dan berusaha mencapai kesuksesan.

Minggu, 24 Oktober 2021

Suara Merdu Usaid Bin Hudhair

 

Milah Smart - Suara Merdu Usaid Bin Hudhair


Assalamualaikum sahabat Mila, semoga Allah senantiasa memberikan kita keistiqomahan dalam beriman, beribadah dan bermuamalah. Shalawat dan salam mari kita sampaikan kepada Rasul Muhammad SAW, kepada keluarga, sahabat dan orang-orang yang senantiasa berkomitmen dengan ajarannya.

Dalam satu kesempatan, seorang Mus’ab bin Umair (seorang Sahabat Rasululah yang diutus untuk berdakwah ke kota Yatsrib, Madinah) membacakan Alqur’an saat bertemu dengan para pemuda yang ada di kota Yatsrib.

Dari sekian banyak orang yang mendengarkan bacaan Alqur’an yang dilantunkan oleh Mus’ab ini, ada laki-laki yang terpesona dan takjib dengannya. Namanya Usaid bin Hudhair. Ia adalah kepala suku Aus yang sudah lama menetap di kota Madinah.

“Alangkah indahnya yang kamu baca itu.” Kata Usaid bin Hudhair.

Usaid belum pernah mendengar bacaan yang mengagumkan seperti itu. Ia kemudian masuk Islam untuk bisa mengenal lebih jauh tentang ajaran yang dibawa oleh Rasulullah SAW.

Sejak masuk Islam, Usaid sangat gigih dan semangat untuk memperlajari ayat-ayat Alqur’an. Usaid memang diberikan kecerdasan otak yang cemerlang dalam  menghafalkan firman-firman Allah. Terbukti setelah ia berislam ia tidak pernah meninggalkan hari tanpa membaca Alqur’an. Kalau bahasa sederhananya, tiada hati tanpa membaca Alqur’an.

Usaid sangat mencintai ayat-ayat Alqur’an. Baginya ayat-ayat Allah itu begitu mengagumkan! Bila ia sedang membaca Alqur’an, suaranya begitu merdu dan menyekukkan hati. Sangat indah dan jernih. Terlebih lagi saat ia membacanya pada malam hari.

Para sahabat pun sangat senang ketika Usaid melantunkan firman-firman Allah itu. Bahkan ada diantara mereka yang menunggu-nunggu Usaid ketika akan memaca Alqur’an.

Suatu hari, Usaid duduk di belakang rumahnya. Anak-anak dan istrinya pun sudah tetelap tidur tepat disampingnya. Tidak jauh dari tempat duduknya, ada beberepa kuda miliknya yang sedang berdiri kokoh dan gagah. Terikat kuat di dekat tiang rumahnya.

Ya, Usaid memang terkenal sebagai penunggang kuda yang ulung, bahkan dirinya tergabung dalam pasukan berkuda Islam. Kecekatan Usaid dalam menunggang kuda begitu mengagumkan dan memukau. Selain itu, Usaid juga sangat menguasai pedang dan sangat jago memanah. Kuda yang gagah, pedang dan panah, selalu senantiasa menemani Usaid saat ikut dalam peperangan.

Nah! Malam itu, udara begitu sejuk dan lembut. Langitpun begitu bersih dan jernih. Bintang-bintang terlihat indah berkelap kelip. Suasana yang begitu tenang dan hening itu membuat Usaid bin Hudhair tergerak untuk membaca Alquran. Ia kemudian berwudu, mengambil Alqur’an dan membacanya. Ayat-demi ayat yang dilantunkannya begitu menenangkan. Suaranya mengalir merdu.

Saat beliau sedang melantunkan ayat-ayat Allah, tiba-tiba kuda-kudanya berputar-putra.

Hiiiiekkk..... Hiiiiekkk.... Kudanya berlari sambi bersuara. Saat Usaid berhenti membaca Alqur’an, kuda-kudanya pun berhenti berputar. Saat ia membaca Alqur’an lagi, kuda-kudanya kembali berputar sangat kencang. Saat Usaid berhenti membacanya, maka kudanya pun ikut berhenti. Begitupun seterusnya hingga Usaid menjadi heran.

“Ada apa ini?” Usaid berbisik dalam hatinya.

Ia kemudian bangkit melihat kuda-kudanya. Saat ia meliat ke atas langit, ia sangat terkejut. Usaid melihat ada Awan yang membentuk seperti payung raksasa. Indah dan sangat berkilau. Menggantung seperti lampu-lampu yang bersinar terang dan berkilau. Tak lama awan itu bergerak dan hilang dari penglihatan Usaid.

Keesokan harinya, ia segera bertemu denga Rasulullah dan menceritakan apa yang dialaminya tadi malam. Mendengar hal itu, Rasul tersenyum dan mengatakan “Wahai Usaid, itu adalah malaikat yang ingin mendengarkanmu membaca Alqur’an. Jika engkau teruskan bacaanmu, niscaya banyak oang yang akan melihatnya pula.”

Sahabat Mila, mendengar apa yang disampaikan Rasul, Usaid begitu berbahagia. Kuda-kuda yang berputar saat Usaid membaca Alqur’an juga mereka melihat para malaikat itu di langit. MasyaAllah yah.

Barokallah ya wahai Usaid. Sungguh engkau adalah teladan bagi kami. Semoga Allah senantiasa meramatimu dalam surgaNya. Sahabat Mila, bacaan Alqur’an Usaid ini tidak hanya didengarkan oleh para penduduk bumi tapi juga penduduk langit.

Lalu bagaimana dengan kita? Semoga kita bisa belajar dengan sosok Mujahid satu ini ya.


Salam,
Milah Smart

Slide Degisner Muslimah & Training Facilitator.

 

Kamis, 23 September 2021

Kejutan Dari AQUA Japan



Hallo sahabat Mila, selamat hari Jumat. Semoga selalu sehat dan bahagia.

Walau ujian datang menerpa semoga kita selalu taa kepada Allah semata.

Seperti biasa, sebelum Mila berangkat ke kantor harus sarapan dan tentunya menyiapkan peralatan pribadi. Ya sudah hampir dua tahun ini, negeri kita dilanda pandemi yang belum usai. Tapi hal itu bukan alasan kita untuk tidak produktif ya.

Senin, 13 September 2021

Tumpeng Sedop, Tumpeng Paling Enak di Lampung

 

Hallo Sahabat Mila, Semoga selalu dalam keadaan sehat dan berbahagia ya.

Tadi pagi sarapan pagi ndak?

Pernah ndak merasa pas berangkat kuliah atau kerja badanya lemes dan tiba-tiba keringet dingin datang. Masuk angin dan sahabatya juga bertamu. Tau kenapa? karena kita lupa sarapan atau tidak sarapan. Akhirnya kita sakit. Untung saja tidak sampai masuk rumah sakit. hehe.

Kamis, 09 September 2021

Belajar dari Kak Ica

 

Mila dan Ica


Salut dengan perjuangan kak Anisa Kinanti dalam mewujudkan impin.

Ica (sapaan akrabnya) adalah alumnus UIN Raden Intan Lampung prodi Pendidikan Bahasa Arab Fakultas Tarbiyan dan Keguruan.

Kecintaanya kepada Bunda dan almarhum ayah, menghantar dirinya untuk memperdalam ilmu Alqur'an, usai wisuda tahun 2021 ia menghafal quran di sebuah pondok pesantren di kota Bandar Lampung.

Sabtu, 28 Agustus 2021

Jadilah Orang yang Berdaya dan Memberdayakan







Itulah salah satu pesan yang Mila tangkap saat menyimak pemaparan materi oleh Coach Ari Sutanti (Senior Programme Manager British Council Indonesia).

Coach Ari (sapaan akrabnya) membawakan materi bertajuk "Baseline Measurement" di hari pertama pada agenda Social Enterprise Bootcamp (SEB) yang diselenggarakan oleh @socialinnovationhub.id

Social Innovation Hub Indonesia (SIHI) adalah sebuah komunitas social enterprise dan social innovator yang berfokus pada pengembangan ide-ide kreatif di Indonesia.

Kehadiran komunitas ini membawa misi yakni mengakselerasi proses transformasi organisasi melalui demokratisasi akses inovasi dan teknologi.

Selain mendapat materi mengenai Baseline Measurement, Mila dan ratusan peserta dari berbagai penjuru Indonesia juga mendapat materi Golden Circle (oleh coach Rizqi Tajuddin) dan materi Triple Bottom Line oleh coach Irfan Hermala.

Agenda yang dimulai tepat pukul 08.00-12.00 WIB ini, dipandu oleh kakak moderator kece bernama kak Sandy. Penguasaan forumnya keren banget. Bagimana tidak? Kak Sandy ini mampu mengajak seluruh peserta (bejumlah lebih dari 170 orang) aktif dalam ruang zoom. Kami juga diajak untuk mengisi beberapa pertanyaan di dalam canvas yang sudah disediakan.

Tujuannya apa? Agar kami dapat merancang dan menentukan program yang dapat menjadi solusi sesuai dengan kebutuhan saat ini dan di masa depan.

Salam
Milah Smart
Slide Designer Muslimah

Jumat, 27 Agustus 2021

Hidup Sekali, Hiasilah dengan Prestasi








Sahabat Mila, secara umum manusia bisa bertahan hidup bila masih makan dan minum. Tetapi sebetulnya hidup (living) itu berbeda dengan kehidupan (life)

Dengan makan dan minum manusia (kita) pasti bisa hidup, tetapi ia belum tentu punya kehidupan. Sebaiknya, kita juga lihat betapa banyak orang yang masih punya kehidupan, meski fisiknya telah mati. Siapa mereka? 


Mereka adalah orang-orang yang dikenang dalam sejarah karena kebaikan-kebaikannya. Harum namanya seharum amalnya. Dalam sebuah pepatah disebutan "Gajah mati meninggalkan gading, Harimau mati meninggalkan belang." orang-orang sholeh wafat meninggalkan amal baiknya. 

Selayaknya kita pun begitu, menyiapkan amal amal kebaikan sebelum pergi meninggalkan kehidupan

Amal kebaikan itulah yang Mila sebut sebagai prestasi. Kita bisa disebut sebagai orang berprestasi saat kita mampu memberikan kebermanfaatan bagi orang lain. Sekecil apapun kebaikan itu, jika mengandung kebermanfaatan maka itulah prestasi.

Kapan seseorang dikatakan berprestasi? saat ia mampu memenangkan sebuah kompetisi.

Dalam Islam kompetisi disebut sebagai istilah "berlomba-lomba dalam kebaikan."

Karena itu semangat berprestasi hendaknya menjadi ruh dalam setiap langkah kehidupan kita.

Sahabat, kita sebagai pemuda Muslim hendaknya selalu bersemangat dalam menuntut ilmu, menggali bakat dan potensi diri dan mengembangkan kompetensi diri. 

Nah! KAMMI (Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia) adalah salah satu organisasi yang bisa kita jadikan wadah untuk mengembangkan diri. Bertumbuh, berubah dan menempa diri menjadi pribadi penuh prestasi.


Salam.

Milah Smart

Slide Designer Muslimah


#milahsmart #muslimah #inspiratif #motivatormuslimah #slide #desainer #muslimah

Senin, 16 Agustus 2021

Belajar Ketekunan, Kesabaran, dan Keyakinan dari Jalaludin Pengusaha Aren di Tanggamus

 

Pak Jalal dan Ibu Siti Masuro



Wartalampung.id, Tanggamus – Namanya Jalaluddin. Umurnya 53 tahun. Jalal, demikian nama panggilannya, adalah suami dari Siti Masuro, 49 tahun.


Dari pernikahanya, mereka dikaruniai tujuh orang anak. Berprofesi sebagai petani, ia dan istrinya mampu mengantarkan putra putrinya hingga ke perguruan tinggi.


Anak keduanya lulus S2 di kampus ternama di Lampung.


Jalal dan keluarga tinggal di Dusun Kuningan Sari, Desa Datar Lebuay, Kecamatan Air Naningan, Kabupaten Tanggamus.


Selain menjadi petani  ia juga berprofesi sebagai pemilik gula aren.


Sudah 26 tahun ia menekuni pekerjaan ini. Menurutnya, perlu waktu 5-10 tahun untuk menunggu sekaligus merawat pohon aren ini hingga bisa menghasilkan air gula aren untuk dideres.


Jalal mengatakan, pohon aren ini bisa tumbuh di dataran tinggi maupun dataran rendah. Ada beberapa alasan mengapa Jalal menekuni nderes gula sampai hari ini.


Di antaranya karena pohon aren termasuk salah satu pohon yang kuat dan umurnya panjang.


Ada beberapa pelajaran yang bisa pembaca ambil dari kehidupan Jalal.


Pertama, ketekunan. Jalal bilang, dalam proses nderes ini jika tidak diambil dan dibersihkan setiap pagi dan sore, tidak akan berhasil dan tidak bisa mengeluarkan air. Maka itu, ia menganjurkan setiap kita tekun dan rajin dalam bekerja.


Kedua, kesabaran. Jalal menyatakan, kadang-kadang kalau nderes ini ada yang diambil sama binatang, biasanya beruang atau kalau dulu sering ada gembul. Kadang juga diambil sama orang yang menginginkan.


“Jadi kita hanya bisa pasrah. Oh ini berarti bukan rezeki saya, Serta kalau hujan deras biasanya air arenya basi,” tambahnya, Sabtu lalu, 14/8/2021.


Ketiga, keyakinan terhadap rezeki. Jalal menuturkan, pohon aren itu tidak pernah ia tanam, tapi tumbuh dengan sendiri.


“Langsung Allah yang menumbuhkan di kebun kami. Begitulah cara Allah memberikan rezeki kepada hamba-Nya. Rezeki sudah Allah siapkan. Tinggal kita yang bergerak untuk menjemputnya,” ujarnya. [Mutmainnah, Siswi SMA IT Daarul Ilmi Bandar Lampung]

Merdeka dari Ketergantungan Orang Lain

Milah Smart


        Hari ini, 17 Agustus 2021, seluruh rakyat Indonesia merayakan peringatan ulang tahun ke-76 Republik Indonesia.

        Ketika ada pekikan “Merdeka!” apakah kata itu betul-betul diterima oleh alam bawah sadar kita? Atau bahkan masih terbersit banyak pertanyaan, benarkah negeri ini sudah merdeka?

        Masih banyak masalah yang dihadapi bangsa ini. Mulai dari masalah ekonomi yang tak kian bertepi, masalah pendidikan yang kian meruwetkan dan masalah sampah yang tak berkesudahan karena dibuang sembarangan.

        Terlebih masalah hukum yang tajam ke bawah tumpul ke atas, korupsi tiada henti dalam setiap lini.

        Kesemuanya ini, jika tidak segera dibasmi, akan terus melemahkan dan menghancurkan setiap sendi kehidupan negeri ini.

        Lalu apa yang bisa kita lakukan sebagai pemuda, agar bangsa ini benar-benar merdeka?

        Merdeka sesungguhnya adalah saat kita bisa merdeka dari ketergantungan dari orang lain.

        Sudahkah kita betul-betul berperan menjadi pemuda yang mandiri, percaya diri dan menjadi pembelajar sejati?

        Sudahkah kita betul-betul berperan menjadi pemuda yang tidak hanya bisa berorasi tapi juga hadir memberikan solusi?

        Sudahkah kita betul-betul menjadi pemuda yang kritis terhadap kebijakan pemerintah yang tidak memihak kepada rakyat?

        Sudahkah kita betul-betul menjadi pemuda yang membawa nilai-nilai luruh bangsa ini?

        Mari, di hari yang bersejarah ini kita berkomitmen untuk terus berkontrubusi dan mencintai Indonesia ini.

        Berkontribusi dengan kapasitas keilmuan dan skill yang kita miliki.

        Mencintai bangsa ini dengan segenap jiwa dan raga, serta terus menjadikan semangat perjuangan para pahlawan sebagai bekal untuk menjaga bangsa ini agar tetap dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia. Karena negeri ini adalah anugerah terindah dari Ilahi. 

Milah Smart
Slide Designer Muslimah


-------------
Alhamdulillah, tulisan opini pertama yang dimuat di media Wartalampung.id
Lengkapnya bisa kunjungi https://www.wartalampung.id/merdeka-dari-ketergantungan-orang-lain.html

Jumat, 30 Juli 2021

Tentang Mila dan Sejuta Impiannya

Milah Smart

    Sejak duduk di kelas X SMA, Mila sudah menyukai buku-buku training motivasi. Berawal dari kebiasaan teteh Husnul (kakak peremuan kedua) yang kalau pulang dari kampusnya (UM Metro) pasti membawakan seabrek majalah. Saat mahasiswa pada umumnya pulang kampung dengan membawa oleh-oleh berupa kue, coklat, snack dan sejenisnya, teteh Husnul malah bawa majalah. hehe. Tapi dari majalah-majalah yang dibawanyalah sampai akhirnya banyak memepengaruhi hidup Mila. 

    Diantara majalah yang sering dibawa itu Majalah UMMI, majalah Ar-risalah, majalah remaja el-Fata dan beberapa majalah remaja lainnya (Mila lupa namanya). Ummi kami, suka dengan majalah UMMI. Kadang kalau kalau lagi telponan dengan teteh Husnul di pondok "Dede (Panggilan Umi ke teteh Husnul) kalau pulang, Ummi nitip Majalah Ummi ya. "Muhun mi, nanti ana belikan "jawab teteh mengabulkan permintaan Umi.

    Sejak kami kecil Ummi kami (Siti Masuro) memang suka membaca buku. Sedang Abi kami (Jalaluddin), beliau suka menemani orang yang baca. Walau Abi berkerja sebagai seorang petani, semangat belajar Abi juga sangat tinggi

    Biasanya kalau sore suka baca buku. Mila masih ingat sekali, dulu Abi suka baca Sirah Nabawiyah, bulughul maram, dan beberapa buku gerakan islam yang lembarannya sampe ratusan. Risalah Dakwah Hasan Al Banna juga dilalap. 

    Namun karena sibukannya Abi di ladang dan kebun, dan pas pulang sudah lelah jadi jarang membaca. Abi kadang menamani Umi yang lagi baca sambil menyenderkan pungguhnya di dinding rumah. (Nangunjar mun cek bahasa Sunda mah) hehe. Anak-anaknya juga nimbrung.

    Jika ada yang perlu dibahas biasanya Abi mengcut. Misal dengan ada tulisan yang didalamnya mengandung firman Allah tentang keluarga.  "Jagalah dirimu dan keluargamu dari Api Neraka." 

    "Kehela Nyai (sayang) ini kalimat yang tadi dibaca kumaha hartina."

    "Ya kita teh berat ya A jadi kepala keluarga teh. Harus menjaga istri dan anak-anak dari api neraka." Umi menanggapi

    "Kumaha ini barudak (anak-anak) pendapatnya" tanya Abi kepada kami

    "Aku! Ya kita harus saling menjaga bi. jangan berantem, harus saling sayang dan saling menjaga." Ucap teteh sambil memeluk Mila dan adek-adek. 

    Kadang Abi juga suka menyanyi nasyid sambil bersiul. Kami, anak-anak yang lagi ngepel dan nyapu semangat, itung-itung itu backshound yang mengiringi aktifitas kami. hehe. Iya dulu mah ndak ada HP. ada juga TIP (kadet gitu yang distel bulak balik. Hanya punya tiga kaset. Dua kaset isinya murotal Al Ghamidi dan Syekh Mathrud dan nasyid Raihan. 

    Setiap pagi, sore diputer-puter. Sebelum nasyid, pokoknya harus nyetel ngaji dulu. Surah Al Baqarah itu pasti distel. Lama juga kan, hampir tiga juz. 

    Hal itu ternyata nurun ke anak-anaknya. Anak-anaknya suka baca apa? WA, status di media sosial. Hadehhh. kadang-kadang baca buku juga ding.😁

    Walau jenjang pendidikan ummi kami hanya sampai Sekolah Dasar dan abi di jenjang SMP, mereka berdua memiliki tekad, anak-anaknya harus berpendidikan lebih tinggi daripada pendidikan mereka. 

    "Anak-anak ummi Abi kudu berpendidikan minimal S1. Begitupun dengan para calon menantunya. #eaa catet ya😉. Tetap yang lebih utamanya ad-diennya bagus. Sholeh, tutur katanya santun, hormat pada orang tua, berakhlak dan berpendidikan." Abi menasehati.

  Bagi kami, ummi dan abi adalah seorang profesor hebat di alam raya. Bagaimana tidak, setiap pagi Umi menyiapkan sarapan kami sebelum berangkat sekolah dan abi bekerja keras penuh tanggjawab untuk membayar biaya pendidikan kami. Sampai-sampai pada tahun 2016 kemarin Umi dan Abi membiayai anaknya dari semua jenjang pendidikan. Jenjang SD (Imut), SMP (Lukman), SMA (Fatimah), S1 (Mila) sampai S2 (Husnul). Bayangkan, Kalau bukan atas pertolongan Allah, tentu semuanya tidak bisa mereka biayai.

     Prinsip Abi, jika kita sudah punya impian, sudah punya azzam maka kita hanya berusaha dan  bertawakallah kepada Allah. Allah lah yang akan memberian jalan kepada kita untuk mewujudkannya (dari jalan yang tidak pernah disangka-sangka)

    Ucapannya betul, beberapa dari kami, bisa sekolah dan kuliah karena mendapat berbagai beasiswa. Mila sendiri (selama kuliah di UIN) mendapat berasiswa Kabupaten Tanggamus (2013, Lampung Peduli (2014), DIPA (2015), Beasiswa Bank Indonesia (2016)

     Buat Mila, keadaan ekonomi keluarga tidak boleh menjadi alasan untuk meraih pendidikan dan mewujudkan impian. Karena orang miskin bukanlah mereka yang tidak memiliki harta berlimpah, tapi orang miskin adalah mereka yang tidak memiliki impian daam hidupnya.

     Bagimana kelanjutan tulisan ini? Tunggu di postingan berikutnya. 😉🙏

Moga tetap sehat dan bahagia selalu ya

Salam
Milah Smart
Slide Designer Muslimah

Rabu, 26 Mei 2021

Laki-laki Emas itu bernama Lukman Hakim Cerdas

 

Lukman Hakim Cerdas

        Laki-laki Emas itu bernama Lukman Hakim Cerdas.

        Kelahirannya (27 Mei 2000) membuat Abi Jalaluddin, Umi Siti Masuro dan keluarga besar kami bahagia. Karena memiliki anak dan adik laki-laki adalah yang kami semua diidam-idamkan.

        Setelah 9 bulan dalam kandungan seorang muslimah yang suci lagi lembut (Ummi Siti Masuro) ia pun lahir dan diberi nama Lukman Hakim. Nama Cerdas sebetulnya hanya tambahan nama sebagai doa. Semoga ia tumbuh menjadi seorang Muajahid yang cerdas hatinya.

        Saat ia berusia 8 bulan bayi, anak ke lima dari tujuh bersaudara ini sakit dan dirawat di rumah sakit Pringsewu (awalnya terjatuh dan akhirnya ia harus dioperasi) ia dirawat oleh dokter Spesialis tenaga dalam. Dr Gunawan Rahman namanya.

        Sepulang dari rumah sakit, sebagai penghormatan atas kebaikan dan kasih sayang dokter yang telah merawatnya. Nama Lukman pun diberikan nama panjang jadi Lukman Hakim Gunawan Rahman (namun nama itu tidak dicantumkan di Akte Kelahiran)

        Karena sering sakit, pemalu dan pendiam juga takut kalau difoto, Ia pun dijuluki sebagai anak emas. (dulu kalau mau foto itu, langsung lari dan sembunyi, eh sekarang mah foto bergaya terus) hehe

        Hari-harinya ia lewati dengan bahagia. Kasih sayang dari orang tua dan keluarga besar membuat ia pun tumbuh sehat. Sejak kecil anak laki-laki semata wayang itu sudah diajak oleh ayahnya ke masjid dan masjelis pekanan.

        Tahun 2017 kemarin, saat ia masih duduk di bangku SMA kelas XI, Allah mengujinya kembali. Lukman (nama panggilannya) jatuh sakit dan dioperasi (karena usus buntu)

        Tahun 2019, laki-laki penyuka bola fulsal itu, diterima sebagai mahasiswa UIN Raden Intan Lampung jurusan komunikasi dan Penyiaran Islam.

        Ia tumbuh dengan sehat, pola makannya selaku kami perhatikan (walau kadang suka makan sembarangan). Karena itu kami selalu cemas jika ia sudah sakit. Kami khawatir terjadi apa-apa dengannya.

        Walau bujang kami, tidak bisa melakukan hal-hal berat sebagaimana yang bisa laki-laki lakukan pada umumnya, kami bangga padanya, karena ia mampu menjaga sholat lima waktu, sopan, semangat dan selalu menjaga kebersihan diri.

        Kini ia telah menginjak dewasa. Semoga Allah senantiasa merahmati dan meridhoi setiap langkahmu ujang.

Senin, 29 Maret 2021

Selamat bertumbuh wahai sahabat

 

Milah Smart

        Selamat bertumbuh wahai sahabat akuh.
Semoga selalu sehat, bahagia dan produktif.

        Sahabat Mila, ada yang mau berdoa untuk kami berdua? Kita tidak pernah tau, doa dari siapa yag akan Allah kabulkan. Barangkali doa-doa dari sahabat Mila yang Allah perkenankan. 😊
Asyik! Apapun doanya semoga doanya yang baik baik dan hadir dari hati yang iklas.

Salam,
Milah Smart
Slide Designer Muslimah

#hati #disatukan #hati #menyatukan #sahabat #sampai #jannah #insyaallah

Senin, 14 Desember 2020

Belajar Sabar dari Pak Asep

 

Milah Smart

Bismillah...

Sahabat, Mila suka banget dengan makanan satu ini. Siang tadi, Mila beli somay. Namun ada yang berbeda. Bukan hanya soal rasa somaynya saja namun juga penjualnya. Ada yang tau kenapa?