Minggu, 02 Januari 2022

Tiga Tips Buat Resolusi Untuk Kehidupan Yang Lebih Berarti

  

Milah Smart- Resolusi


Sahabat Mila, awal tahun identik dengan Resolusi. Banyak diantara kita atau teman-teman kita saling berkicau di media sosia mengenai resolusi. Ini resolusiku, mana resolusimu?. Bahkan diantara kita mungikin menyanyakan "Apa resolusimu tahun ini?"


Pada akhirnya Mila kemudian merenungkan akan "apa arti resolusi yang sesungguhnya"

Secara sederhananya bahwa Resolusi adalah hal mendasar untuk melakukan atau tidak melakukan sesuatu.

Setelah itu, kemudian Alfakir bertanya lagi, kenapa kita harus membuat resolusi?
Mila kemudian mendapat jawaban dalam perenungan bahwa "Membuat resolusi memang tak menjamin hidupmu akan sukses di masa nanti, tapi ia adalah indikator utama untuk kehidupanmu yang lebih berarti."

Sahabat, mari kita buka Alqur'an surah Al-Hasyr ayat 18

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَّا قَدَّمَتْ لِغَدٍۚ وَاتَّقُوا اللّٰهَ ۗاِنَّ اللّٰهَ خَبِيْرٌ ۢبِمَا تَعْمَلُوْنَ

Artinya: "Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap orang memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertakwalah kepada Allah. Sungguh, Allah Mahateliti terhadap apa yang kamu kerjakan." (Q.S. Al-Hasyr: 18)


Sahabat, kita sebagai orang-orang beriman, diajurkan oleh Allah untuk memperhatikan setiap apa-apa yang telah diperbuatnya di hari esok (hari akhirat).

Para ulama tafsir menerjemahkan bahwa  لِغَدٍۚ adalah hari esok itu adalah hari akhirat (hari kematian). Hal ini Allah sampaikan untuk memberikan kesan yang mendalam bahwa hari akhirat itu dekat. Kematian itu sangatlah dekat.


Seolah-olah kita berfikir dan membayangkan bahwa hari akhirat itu adalah esok. Kematian itu sangat dekat dan ia pasti datang. 

Karenanya saat kita membuat sebuah resolusi, sebuah perencanaan, kita harus perhatikan bahwa resolusi itu adalah sesuatu yang dapat mendekatkan diri kita kepada sang Pemilik Hari Esok. Yakni Allah SWT. 

Setidaknya ada tiga tips yang dapat sahabat Mila perhatikan saat akan membuat resolusi. Terlebih jika kita ingin kehidupan kita lebih berarti.

Supaya mudah mengingatnya, Mila singkat menjadi WIB. Diantaranya:

1. Waktu harus diatur dengan baik. 

Waktu adalah modal utama bagi seorang muslim. Hal itu juga merupakan sumber daya yang paling utama dalam kehidupan. Hendaknya kita memandang bahwa kehidupan dunia ini adalah ladang untuk beramal dan mengumpulan bekal. 

Mari buat resolusi yang membuat kita bisa terus istiqomah untuk beribadah kepada Allah dan menjadi wakil Allah di muka bumi untuk memberikan banyak kebermafaaan kepada manusia.

Tentukan untuk belajar, baca buku, olahraga, silaturahim dan mengkaji berbagi ilmu-ilmu yang dapat mendekatkan diri kepada Allah.

Misalnya

a. Sholat tepat waktu setiap hari

b. Menghubungi orang tua setiap pagi

c. Ikut Kajian Islam minimal 1x/pekan

d. Olahraga minimal 1x/pekan

e. Menyimak Kajian Live IG Ustadz Aa' agym setiap pagi

f. Sholat dhuha minimal 2 rakaat setiap hari

g. Baca buku minimal 1 halaman setiap hari

i. Sholat Tahajjud minimal 2 rakaat setiap hari


Apa lagi sahabat Mila? Silakan dituliskan sendiri yaa.

2. Ingat Orientasinya.
Setiap resolusi dan target-target yang sudah kita buat, hendaknya dipersembahkan untuk Allah semata. Bukan karena ingin dipuji atau dijadikan buah bibir di tengah-tengah masyarakat. Jadikan setiap amal-amal kita ini sebagai amal terbaik untuk Allah. 

Mari kita lihat lagi akan pentingnya niat sebelum beramal.

Allah SWT berfirman: 

مَنْ كَانَ يُرِيْدُ حَرْثَ الْاٰخِرَةِ نَزِدْ لَهٗ فِيْ حَرْثِهٖۚ وَمَنْ كَانَ يُرِيْدُ حَرْثَ الدُّنْيَا نُؤْتِهٖ مِنْهَاۙ وَمَا لَهٗ فِى الْاٰخِرَةِ مِنْ نَّصِيْبٍ

Artinya: "Barangsiapa yang menghendaki keuntungan di akhirat akan Kami tambah keuntungan itu baginya dan barangsiapa yang menghendaki keuntungan di dunia Kami berikan kepadanya sebagian dari keuntungan dunia dan tidak ada baginya suatu bahagianpun di akhirat." (QS. Asy Syuro: 20)

عَنْ عُمَرَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ الْأَعْمَالُ بِالنِّيَّةِ وَلِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إِلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ فَهِجْرَتُهُ إِلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ وَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ لدُنْيَا يُصِيبُهَا أَوْ امْرَأَةٍ يَتَزَوَّجُهَا فَهِجْرَتُهُ إِلَى مَا هَاجَرَ إِلَيْهِ

Artinya: Dari Umar, bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda: "Semua perbuatan tergantung niatnya, dan (balasan) bagi tiap-tiap orang (tergantung) apa yang diniatkan; barangsiapa niat hijrahnya karena Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya adalah kepada Allah dan Rasul-Nya. Barangsiapa niat hijrahnya karena dunia yang ingin digapainya atau karena seorang perempuan yang ingin dinikahinya, maka hijrahnya adalah kepada apa dia diniatkan." (HR. Bukhari)


Menjaga keikhlasan niat ini harus diawal, ditengah dan diakhir. Semoga Allah memberikan bimbingannya kepada kita untuk selalu menjaga niat.

3. Buat target yang jelas. 

Hendaknya setiap resolusi yang kita tetapkan atau ingin kita capai itu dalam rangka meningkatkan kapasitas diri kita untuk memberi manfaat kepada orang lain. Baik lewat keilmuan yang dimiliki, tenaga, keahlian dan skill yang dimiliki. 

Misalnya:
1. Januari 2022, Mengisi webinar "Keajaiban PowerPoint"
2. Maret 2022, Ikut Ujian sertifikasi Slide Designer 
3. April 2022 Menyempurnakan Separuh Agama
4. Februari, Mei, Juli dan September 2022, Mengadakan Live IG Motivasi 
5. Januari-Desember 2022, One Day One Design
6. Jadi Narasumber Kelas Design minimal di 5 kampus negeri di Indonesia
7. Penghasilan minimal 5juta/bulan
8. Berinfak kepada fakir miskin satu kali/bulan
9. Mengunjungi Tempat Wisata di kota Jawa Barat
10. Silaturahim ke rumah Bibi di Sulawesi
11. Mengadakan free webinar di bulan Ramadhan 2022.

Masih banyak lagi yang bisa sahabat Mila tuliskan.

Teh Mil, aku mah teu mampu menuliskan, gak mungkin ah tercapai.

Aduh! kumaha sahabat mau mewujudkannya, menuliskan aja ndak mampu. 

Hayuk, bismillah tuliskan. Yakini, resapi dan bawa resolusi yang sudah dituliskan itu, ke alam bawah sadar kita. Biarkan Allah yang memberikan jalannya untuk setiap resolusi kita.

Misal kamu mahasiswa semester akhir, ya tulis
1. Januari 2022, Mengajukan Proposal Skripsi
2. Februari 2022, Seminar Proposal
3. Juli 2022, Ujian Skripsi
4. Agustus 2022, Kerja di Lembaga pendidikan Islam terpadu di kota Bandar Lampung
5. Mendapat Beasiswa S2 di pulau Jawa

Masih banyak yang bisa kita tuliskan. Sekecil apapun resolusimu, tuliskan yaa.

Demikian sahabat Mila, Semoga tulisan ini bisa menjadi secercah inspirasi dan referensi buat sahahabat semua dalam membuat resolusi. 

Salam 
Milah Smart
Slide Designer Muslimah

Senin, 06 Desember 2021

Miracle Of Istigfar

 


Sahabat Mila, pernahkah kita merasakan kesulitan dalam suatu urusan.  Ingin kuliah tapi biaya belum mencukupi atau ingin upgrade skill dengan ikut kelas private namun dananya belum ada.  Hayuu amalkan nasehat Ibnul Qayyim satu ini. 


Yakin ke Allah, Khusyu dalam melafalkannya juga dibarengi dengan hati yang ridho. Biidznillah.  Allah akan beri jalan dari jalan yang ndak singka sangka. 


2015 silam Mila mau ikut kajian keislam di daerah Rajabasa gitu. Hari Ahad. Memang ikut kajiannya ndak berbayar waktu itu. Tapi waktu itu Mila hanya pegang uang Rp 15.000,- lagi.  Hehe belum gajihan cenah.  


Alhamdulillah sejak 2014 Mila ngajar bimbel, jadi ada uang tambahan, walau ndak sebesar gaji pejabat.  Hehe😊


Kalau mila berangkat, uang pegangan Mila pasti habis diangkot. Tapi ingin ikut kajian itu. 


Di hari Jumat (dua hari sebelum acara) Mila sholat subuh dan berdoa "Ya Allah, Mila ingin ikut kajian besok Ahad di Rajabasa. Tapi uang Mila cuman ada Rp15.000 lagi. kumaha ya Allah."


Kemudian Mila amalkan istigafar aja. Astagfirullahaladzim. Mau berangkat ke kampus, istigfar. Jalan ke tempat ngajar bimbel istigfar.  


Pas di Hari Ahad, Bismillah.  Mila berangkat lah. Mila berangkat sendiri naik angkot dari depan kampus UIN, turun masjid Al Huda terus naik angkot PB. Setelah itu turun lagi naik angkot arah Rajabasa.  


Seiring berjalannya kajian, pemateri memberikan challenge kepada peserta. "Tebak dan lanjutkan Ayat berikut ini. Nanti angkat tangan ya.  kata pematerinya. 


Para peserta diruang GSG terdiam dan tidak ada yang mengangkat tangan (ayat quran yang dibaca rada panjang).


"Saya ustadz." sahut Mila sambil mengangkat tangan. 


"Oh ya. Alhamdulillah. Silakan maju mbak." sambut ustadznya. 


Mila maju, memperkenalkan diri dan membaca lanjutan ayatnya. Mila masih ingat itu ayat di surah Al-Baqarah juz ke dua.  


Pas udah selesai baca. Ustadznya langsung mengeluarkan uang Rp 150.000 dari dompetnya dan memberikan kepada Mila. 


"Mbak Mila. Uang ini, tidak sebanding dengan ayat Allah yang tadi mbak bacakan. Barokallah." ujarnya


Alhasil. Pulang dari kajian, sepanjang jalan Mila mewek di angkot. 


Cung! Siapa disini yang pernah mengalami hal yang sama?  


Kamis, 25 November 2021

SIT Daarul Ilmi Bandar Lampung Apresiasi Pendidik dan Tenaga kependidikan

 


Dalam rangka memperingati Hari Guru Nasional tahun 2021, Sekolah Islam Terpadu Daarul 'Ilmi Bandar Lampung menggelar acara apresiasi pendidik dan tenaga kependidikan. Selain itu SIT Daarul'Ilmi juga menggelar acara potong tumpeng dan makan bersamaan sebagai bentuk kebersamaan dan rasa syukur keluarga besar SIT Daarul 'Ilmi. Kamis, 25/11/2021.


Tujuan dari acara ini adalah memberikan motivasi dan meningkatkan semangat berjuang di dunia pendidikan. Salah satu bekal yang harus dimiliki oleh setiap pendidik adalah semangat berjuang. Hal tersebut merupakan faktor terkuat yang akan menumbuhkan keinginan untuk berkembang dan mengembangkan diri. 


Bidang SDM SIT Daarul 'Ilmi, Anton Sujarwo mengatakan, acara tersebut digelar sebagai wujud rasa syukur terhadap pencapaian sekolah selama ini sekaligus untuk kembali mengingat jasa para guru bagi bangsa ini.


“Acara ini juga untuk mengingatkan para guru tentang peranan guru yang sebenarnya. Untuk menjadi guru tidak hanya ditopang dengan kompetensi yang mapan tetapi harus bergerak dan mengerakan yang muaranya dari hati,” ujarnya 


Apresiasi yang diberikan kepada guru dan tenaga kependidikan dengan kategori berkinerja sangat baik. Hal ini diharapkan bisa meningkatkan kinerja rekan-rekan SDM lainnya.


"Ada tiga guru yang kami apresiasi, yakni Andry Gunawan, M Hafidz Ramadhon, dan Ema Yunika lalu untuk tenaga kependidikan diberikan kepada Rudi Hasan.

Kamis, 18 November 2021

Muslimah Sang pemimpi Penuh Prestasi dari Tanjung Balai

        Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh,

Sahabat Mila, pasti setiap kita pernah punya impian. Karena impianlah yang membuat diri kita terus bergerak. Karena impian juga yang membuat kita terus berlatih, berbenah dan berusaha mencapai kesuksesan.

Nah pada kesempatan kali ini Mila akan mengajak sahabat semua untuk mengenal sosok Muslimah dari Balai yang punya banyak prestasi. KaruniaSambas namanya.

 

Karunia Sambas


Pertemuan kami berawal dari agenda Tapis Blogger di beberapa bulan kemarin. Waktu itu Mila diminta untuk jadi narasumber webinar PowerPoint. Nah beliau ini hadir dan ikut agendanya. Sampai pada ahirnya kenal dan kami saling save nomor.

Mila selalu meyakini bahwa “Setiap orang yang Mila temui pasti ia punya sejuta inspirasi.” Hal itu pun terbukti bahwa sosok Karunia Sambas memiliki banyak inspirasi.

Bagimana tidak! Gadis yang berprofesi sebagai ASN tenaga kesehatan di salah satu instansi di Kota Kerang, Tanjungbalai, Sumatera Utara ini mengisi waktunya dengan membaca dan menulis.

Baginya, menulis adalah Laksana terapi. Menulis adalah obat yang harus selalu Karunia Sambas dapatkan setiap saat dan selalu iabutuhkan. Pasalnya rutinitasnya yang akrab dengan pasien membuatnya harus terus berusaha menjaga kesehatan mental.

Kecintaannya dalam dunia menulis, ia tuangkan dalam berbagai bentuk karya. Mulai dari ikut kompetisi kepenulisan, menulis buku anak dan anthologi juga buku solonya.

Sebagai penulis dan blogger pemula, Mila menjadikan mbak Karunia Sambas ini sebaga guru penuh teladan. Semoga saja beliau mau menerima Mila sebagai muridnya ya. Hehe.

 


Kembali kepembicaraan tadi bahwa mbak Karunia Sambas ini sangat mencintai dunia literasi. Saat ditanya apakah ada waktu khusus untuk menulis (dihubungi via Wtasapp) beliau mengatakan bahwa dirinya tidak memiliki jadwal khusus dalam menulis.

Inspiratif banget kan? Ndak punya jadwal aja bisa melahirkan segudang buku. Masyaallah pokoknya. Baru ini Mila bertemu dengan sosok tenaga medis yang punya hobi menulis.

Yuk kita tilik beberapa buku solo yang pernah beliau tulis. Diantaranya:

1.      Lord Didi The Godfather of Sobat Ambyar (2020) Scritto Books

2.      Peluang Usaha Milenial di Masa Pandemi Covid-19 dengan Aplikasi Pixellab (2021) CV. Bina Pustaka

3.      Yuk, Cuci Tangan Pakai Sabun! (2021) CV Arya Duta

4.      Hamil Sehat Dan Bahagia [sumber elektronis] (2021) Metagraf

5.      Menjadi Astronot: Kumpulan Cerita Anak Tentang Profesi (2021) Yrama Widya

Selain buku solo, kita juga rilik beberapa karya buku anak dan buku anthologinya ya. Antara lain:

 

Karunia Sambas


1.     Antologi Puisi Bangkitlah Pejuang Mimpi Kumpulan Puisi Membangkitkan Motivasi (tahun 2013)

2.     50 Besar Karya Terpilih Lomba Menulis Dongeng Anak KSAN (tahun 2016)

3.     Antologi Cerita Anak karya Komunitas Durasi Markurius (tahun 2020)

4.     Aku Cinta Jajanan Khas Indonesia (tahun 2020)

5.     Lord Didi The Godfather of Sobat Ambyar (tahun 2020)

6.     Antologi Kumpulan Dongeng Bagaimana Nasib Boo (tahun 2020)

7.     Rahasia Hapalan (tahun 2020)

8.     Ensiklopedia Hewan Laut Mengenal 32 Jenis Hewan yang Ada di Lautan (tahun 2020)

9.     Lord Didi The Godfather of Sobat Ambyar (tahun 2020)

10.  Peluang Usaha Milenial di Masa Pandemi Covid 19 dengan Aplikasi pixellab (tahun 2021)

 
Karunia Sambas


Waw! Amazing pisan euy. Bagi sahabat Mila yang masih penasaran dengan sosok beliau, cus. Mangga berkunjung ke blog nya langsung aja ya. Klik www.karuniasambas.com yakin bin percaya deh, sahabat semua pasti dapat banyak inspirasi.

Kenapa Mila berani bilang begitu, karena setiap aktifitasnya direkam dalam blognya. Isinya adalah jejak-jejak impian Karunia Sambas tentang dunia literasi dan dunia pribadi.

Menurut penuturannya, Karunia Sambas merintis dunia blog sejak tahun 2013 silam. Kemudian baru mentapkan diri dan memakai domain TLD pada bulan Juni 2020 kemarin.

Bagi Kaunia Sambas, menjadi seorang blogger adalah menjadi hamba Allah yang penuh manfaat.

“Tulisan kita bisa menemui pembaca yang lebih tepat, menjadi solusi dari problem yang mereka ketikkan di mesin pencari.” Ungkapnya


Selama berinteraksi dengan karunia Sambas, ada banyak hal yang Mila bisa ambil. Diantaranya:

1.        Santun

Yup. Beliau memiliki pribadi yang santun. Walau berdarah Sumatera, beliau termasuk orang yang santun dan lembut saat berbicara. Mila memang belum pernah bertemu secara langsung ya. Namun sejauh ini selalu intens berkomunikasi. Sharing-sharing tetang dunia kepenulisan maupun tentang dunia desain grafis

2.      Penuh impian dan semangat

Jarang banget Mila menemukan sosok Muslimah yang degan sebegitu banyak aktifitasnya di dunia pekerjaan, masih sempat menulis dan berbagi inspirasi di media sosialnya. Karunia Sambas ini ingin menjadi insan yang berdaya.

“Selalu bisa berdaya menjadi ibu Rumah Tangga, Tenaga Kesehatan, Penulis, Bloger.” pungkasnya

Yuk kita doakan semua Seorang muslimah yang menginfakkan diri dan jiwanya melalui dunia kesehatan ini menjadi salah satu hambaNya yang dimuliakan di dunia ya dan bisa berkeliling Indonesia untuk membagikan inspirasinya.

Bagi sahabat Mila yang ingin menjalin silaturahim dengan Karunia Sambas bisa membuka akun media sosial di bawah ini ya.

Facebook: Karunia Sylviany Sambas

Instagram: @karuniasambas

Twitter: @karuniasambas

Youtube: Karunia Sylviany Sambas

Surel: karuniasylvianysambas@gmail.com

 

Salam bertemu di tulisan Mila selanjutnya ya.

Wassalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh

Salam,

Milah Smart



Sabtu, 13 November 2021

Manajemen Waktu Salafus Sholeh

 

Milah Smart - Manejemen waktu shalafus sholeh

Bismillahirohmanirrahim.

Sahabat Milasmart dimanapun berada. Bagimana kabarnya? sehat?

Semoga Allah senantiasa memberkahi setiap aktivitas kita ya. Aaamiin 

Sahabat Mila pernah ndak merasakan seharian kegiatan gitu-gitu aja. Badan kerasa lemas dan capek banget, padahal ndak banyak aktifitasya. Seharian dirumah/dikontrakan, tapi rumaah masih acak-acaka ndak rapih.

Baru mengerjakan sholat duha, eh! Ndak kerasa udah dzuhur aja. Sering gitu tiba-tiba udah adzan magrib, padahal kita belum bersih-bersih diri. Akhirnya apa? Melewati hari tanpa amal yang berarti. Ketahuilah sahabat, bahwa (bisa jadi) waktumu tidak berkah. Naudzubillah.

Sebaik-baik masa adalah masa yang digunakan dengan aktifitas yang mendatangkan keberkahanNya.

Nah! Karena itulah pada kesempatakan hari ini, Mila akan mengajak sahabat Mila untuk mencermati bagimana para ulama terdahulu mengatur waktu agar full barokah.

Berikut beberapa cara ulama kita pada zaman dahulu membagi waktu mereka sehari semalam.

1. Abu Hurairah (membagi waktu malam menjadi tiga bagian)

Apa sih yang tidak kenal Abu Hurairah. Beliau salah salah satu sahabat Rasulullah SAW. Abu Hurairah adalah orang yang paling banyak meriwayatkan hadist. Semasa hidupnya, hampir ia tidak pernah berpisah menemani Rasulullah SAW. Sungguh beruntung Abu Hurairah bisahidup bersama dengan manusia paling mulia sepajang zaman.

Setiap hari, aktifitasnya adalah mengisi hati dnegan ilmu-ilmu dari sosok yang suci (Nabi Muhammad SAW) dan pada malam harinya, Abu Hurairah membagi malamnya menjadi tiga bagian. Yakni untuk shalat, untuk belajar dan tidur.

2. Imam Syafi’i (membagi waktu tiga bagian)

Nah! Sosok satu ini pun sangat inspiratif. Sungguh keagungan dan keberkahan senantianya membersamai setiap langkah kehidupannya. Siapa  itu? Imam Syafi’i rahimahullah  namanya.

Nama lengkap Imam Syafi’i adalah Abu Abdillah Muhammad bin Idris bin al-Abbas bin Utsman bin Syafi’ bin as-Sa’ib bin Ubaid bin Abdi Yazid bin Hasyim bin al-Mutthalib bin Abdi Manaf bin Qushai. Menurut beberapa referensi yang Mila baca, beliau lahir di Gaza (Palestina) pada tahun 150 H dan wafat tahun 204 H.

Beliau adalah seorang imam yang ahli dalam  al-Qur’an, ahli Hadits, ahli Ushul Fiqih, ahli Fiqih dan ahli Bahasa yang terkemuka di masanya. MasyaAllah ya. Maka tak heran semasa hidupnya beliau banyak melahirkan lebih dari delampan karya buku yang bisa kita baca dan pelajari hingga saat ini. Diantara kitab-kitab yang pernah beliau tulis diantaranya Kitab al-Umm karya Imam Syafi’i.

Imam Syafi’i yang merupakan salah satu imam mazhab ini, membagi waktu malamnya menjadi tiga bagian. Sepertiga pertamanya untuk menulis ilmu, sepertiga kedua untuk shalat malam, sepertiga akhirnya untuk tidur.

3. Imam Ghazali (membagi waktu tiga bagian)

Ya. Imam Ghazali sang Hujjahatul Islam. Beliau adalah seorang tokoh Muslim terkemuka sepanjang zaman yang dikenal sebagai seorang ulama, filsuf, dokter, psikolog, ahli hukum, dan sufi yang sangat berpengaruh di dunia Islam. Abu Hamid Muhammad bin Muhammad al-Ghazali ath-Thusi asy-Syafii nama lengkapnya.

Sahabat Mila, Imam Al-Ghazali ini juga dikenal sebagai seorang penulis produktif. Bagaimana tidak, di usianya yang terbilang muda, ia mampu melahirkan lebih dari 20 karya di berbagai cabang ilmu pengetahuan. Salah satu karya beliau yang termasyhur di dunia adalah kitab Ihya` Ulum al-din. Kitab ini telah menjadi rujukan umat Islam di seluruh dunia, termasuk Indonesia dalam mempelajari ilmu tasawuf. Di dalamnya, dijelaskan tentang jalan seorang hamba untuk menuju ke hadirat Allah.

MasyaAllah. Mila kemudian bertanya dalam hati, “Di balik sosok Imam Al-Ghazali yang cerdas ini, ada sosok Ibu yang mengandung dan melahirkannya.” Sungguh beruntunya ibu ini yang memiliki putra seperti ini. Memiliki anak yang cerdas, jenius dan sholeh adalah lebih mulia dibanding harta yang berharga di dunia. Semoga kelak kita juga (sebagai ibu) mampu melahirkan anak-anak seperti Imam Al-Ghazali ini. Aamiin ya Allah.

Nah! Kemabali ke tema awal ya sahabat Mila, bahwa sama halnya dengan imam Syafi’i, Imam Ghazali rahimahullah pun membagi waktu sehari semalam menjadi tiga bagian. Sepertiga untuk menulis ilmu, sepertiga untuk ibadah, dan sepertiga terakhirnya untuk istirahat.

Lalu, kapan waktu-waktu yang paling berharga untuk belajar? Kalau baca di beberapa litelatur, waktu yang sangat berharga adalah waktu pagi ini. Kebanyakan ulama menghafal pelajaran atau belajar itu di Pagi Hari. Para ulama salafus shalih memberikan kiat untuk memanfaatkan waktu belajar pada pagi hari.

Waktu yang terbaik terbaik untuk menghafal adalah waktu sahur, sebelum fajar, untuk meneliti adalah pagi, untuk menulis di tengah hari dan untuk menelaah sekaligus mengulang di waktu malam.

Kita juga tau, bahwa seorang Ibu Jarir Ath-Thabrani (seorang sejarawan dan pemikir muslim dari Persia) membagi waktunya menjadi empat bagian. Pagi ia gunakan untuk membaca. Setelah waktu dzuhur dan ashar beliau gunakan untuk menuliska apa yang menjadi hasil bacaannya di pagi hari. Setelah Magrib bersambung setelah shalat Isya beliau mengajarkan ilmunya. Tengah malam beliau bangun untuk melakukan  qiyamul lail.

Jarir Ath-Thabrani atau lebih dikenal dengan Ath-Thabrani, menulis rata-rata 40 halaman setiap harinya. Jumlah karangan Ibnu Jarir sebanyak 385.000 halaman.

Demikian sahabat Mila, beberapa penjelasan mengenai menejemen waktu Ulama Salafus Saleh. 

Sahabat masuk gaya belajarnya di tipe siapa? Silakan tulis di kolom komentar ya. Kalau belum punya, mari kita sama-sama belajar ya.

Semoga bermanfaat. Sampai bertemud di tulisan selanjutnya.

Salam,

Milah Smart

Slide Designer Muslimah & Training Facilitator