Tampilkan postingan dengan label Al-Qur'an. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Al-Qur'an. Tampilkan semua postingan

Minggu, 02 Januari 2022

Tiga Tips Buat Resolusi Untuk Kehidupan Yang Lebih Berarti

  

Milah Smart- Resolusi


Sahabat Mila, awal tahun identik dengan Resolusi. Banyak diantara kita atau teman-teman kita saling berkicau di media sosia mengenai resolusi. Ini resolusiku, mana resolusimu?. Bahkan diantara kita mungikin menyanyakan "Apa resolusimu tahun ini?"

Senin, 06 Desember 2021

Miracle Of Istigfar

 


Sahabat Mila, pernahkah kita merasakan kesulitan dalam suatu urusan.  Ingin kuliah tapi biaya belum mencukupi atau ingin upgrade skill dengan ikut kelas private namun dananya belum ada.  Hayuu amalkan nasehat Ibnul Qayyim satu ini. 

Sabtu, 13 November 2021

Manajemen Waktu Salafus Sholeh

 

Milah Smart - Manejemen waktu shalafus sholeh

Bismillahirohmanirrahim.

Sahabat Milasmart dimanapun berada. Bagimana kabarnya? sehat?

Semoga Allah senantiasa memberkahi setiap aktivitas kita ya. Aaamiin 

Sahabat Mila pernah ndak merasakan seharian kegiatan gitu-gitu aja. Badan kerasa lemas dan capek banget, padahal ndak banyak aktifitasya. Seharian dirumah/dikontrakan, tapi rumaah masih acak-acaka ndak rapih.

Baru mengerjakan sholat duha, eh! Ndak kerasa udah dzuhur aja. Sering gitu tiba-tiba udah adzan magrib, padahal kita belum bersih-bersih diri. Akhirnya apa? Melewati hari tanpa amal yang berarti. Ketahuilah sahabat, bahwa (bisa jadi) waktumu tidak berkah. Naudzubillah.

Sebaik-baik masa adalah masa yang digunakan dengan aktifitas yang mendatangkan keberkahanNya.

Nah! Karena itulah pada kesempatakan hari ini, Mila akan mengajak sahabat Mila untuk mencermati bagimana para ulama terdahulu mengatur waktu agar full barokah.

Berikut beberapa cara ulama kita pada zaman dahulu membagi waktu mereka sehari semalam.

1. Abu Hurairah (membagi waktu malam menjadi tiga bagian)

Apa sih yang tidak kenal Abu Hurairah. Beliau salah salah satu sahabat Rasulullah SAW. Abu Hurairah adalah orang yang paling banyak meriwayatkan hadist. Semasa hidupnya, hampir ia tidak pernah berpisah menemani Rasulullah SAW. Sungguh beruntung Abu Hurairah bisahidup bersama dengan manusia paling mulia sepajang zaman.

Setiap hari, aktifitasnya adalah mengisi hati dnegan ilmu-ilmu dari sosok yang suci (Nabi Muhammad SAW) dan pada malam harinya, Abu Hurairah membagi malamnya menjadi tiga bagian. Yakni untuk shalat, untuk belajar dan tidur.

2. Imam Syafi’i (membagi waktu tiga bagian)

Nah! Sosok satu ini pun sangat inspiratif. Sungguh keagungan dan keberkahan senantianya membersamai setiap langkah kehidupannya. Siapa  itu? Imam Syafi’i rahimahullah  namanya.

Nama lengkap Imam Syafi’i adalah Abu Abdillah Muhammad bin Idris bin al-Abbas bin Utsman bin Syafi’ bin as-Sa’ib bin Ubaid bin Abdi Yazid bin Hasyim bin al-Mutthalib bin Abdi Manaf bin Qushai. Menurut beberapa referensi yang Mila baca, beliau lahir di Gaza (Palestina) pada tahun 150 H dan wafat tahun 204 H.

Beliau adalah seorang imam yang ahli dalam  al-Qur’an, ahli Hadits, ahli Ushul Fiqih, ahli Fiqih dan ahli Bahasa yang terkemuka di masanya. MasyaAllah ya. Maka tak heran semasa hidupnya beliau banyak melahirkan lebih dari delampan karya buku yang bisa kita baca dan pelajari hingga saat ini. Diantara kitab-kitab yang pernah beliau tulis diantaranya Kitab al-Umm karya Imam Syafi’i.

Imam Syafi’i yang merupakan salah satu imam mazhab ini, membagi waktu malamnya menjadi tiga bagian. Sepertiga pertamanya untuk menulis ilmu, sepertiga kedua untuk shalat malam, sepertiga akhirnya untuk tidur.

3. Imam Ghazali (membagi waktu tiga bagian)

Ya. Imam Ghazali sang Hujjahatul Islam. Beliau adalah seorang tokoh Muslim terkemuka sepanjang zaman yang dikenal sebagai seorang ulama, filsuf, dokter, psikolog, ahli hukum, dan sufi yang sangat berpengaruh di dunia Islam. Abu Hamid Muhammad bin Muhammad al-Ghazali ath-Thusi asy-Syafii nama lengkapnya.

Sahabat Mila, Imam Al-Ghazali ini juga dikenal sebagai seorang penulis produktif. Bagaimana tidak, di usianya yang terbilang muda, ia mampu melahirkan lebih dari 20 karya di berbagai cabang ilmu pengetahuan. Salah satu karya beliau yang termasyhur di dunia adalah kitab Ihya` Ulum al-din. Kitab ini telah menjadi rujukan umat Islam di seluruh dunia, termasuk Indonesia dalam mempelajari ilmu tasawuf. Di dalamnya, dijelaskan tentang jalan seorang hamba untuk menuju ke hadirat Allah.

MasyaAllah. Mila kemudian bertanya dalam hati, “Di balik sosok Imam Al-Ghazali yang cerdas ini, ada sosok Ibu yang mengandung dan melahirkannya.” Sungguh beruntunya ibu ini yang memiliki putra seperti ini. Memiliki anak yang cerdas, jenius dan sholeh adalah lebih mulia dibanding harta yang berharga di dunia. Semoga kelak kita juga (sebagai ibu) mampu melahirkan anak-anak seperti Imam Al-Ghazali ini. Aamiin ya Allah.

Nah! Kemabali ke tema awal ya sahabat Mila, bahwa sama halnya dengan imam Syafi’i, Imam Ghazali rahimahullah pun membagi waktu sehari semalam menjadi tiga bagian. Sepertiga untuk menulis ilmu, sepertiga untuk ibadah, dan sepertiga terakhirnya untuk istirahat.

Lalu, kapan waktu-waktu yang paling berharga untuk belajar? Kalau baca di beberapa litelatur, waktu yang sangat berharga adalah waktu pagi ini. Kebanyakan ulama menghafal pelajaran atau belajar itu di Pagi Hari. Para ulama salafus shalih memberikan kiat untuk memanfaatkan waktu belajar pada pagi hari.

Waktu yang terbaik terbaik untuk menghafal adalah waktu sahur, sebelum fajar, untuk meneliti adalah pagi, untuk menulis di tengah hari dan untuk menelaah sekaligus mengulang di waktu malam.

Kita juga tau, bahwa seorang Ibu Jarir Ath-Thabrani (seorang sejarawan dan pemikir muslim dari Persia) membagi waktunya menjadi empat bagian. Pagi ia gunakan untuk membaca. Setelah waktu dzuhur dan ashar beliau gunakan untuk menuliska apa yang menjadi hasil bacaannya di pagi hari. Setelah Magrib bersambung setelah shalat Isya beliau mengajarkan ilmunya. Tengah malam beliau bangun untuk melakukan  qiyamul lail.

Jarir Ath-Thabrani atau lebih dikenal dengan Ath-Thabrani, menulis rata-rata 40 halaman setiap harinya. Jumlah karangan Ibnu Jarir sebanyak 385.000 halaman.

Demikian sahabat Mila, beberapa penjelasan mengenai menejemen waktu Ulama Salafus Saleh. 

Sahabat masuk gaya belajarnya di tipe siapa? Silakan tulis di kolom komentar ya. Kalau belum punya, mari kita sama-sama belajar ya.

Semoga bermanfaat. Sampai bertemud di tulisan selanjutnya.

Salam,

Milah Smart

Slide Designer Muslimah & Training Facilitator

Minggu, 24 Oktober 2021

Suara Merdu Usaid Bin Hudhair

 

Milah Smart - Suara Merdu Usaid Bin Hudhair


Assalamualaikum sahabat Mila, semoga Allah senantiasa memberikan kita keistiqomahan dalam beriman, beribadah dan bermuamalah. Shalawat dan salam mari kita sampaikan kepada Rasul Muhammad SAW, kepada keluarga, sahabat dan orang-orang yang senantiasa berkomitmen dengan ajarannya.

Dalam satu kesempatan, seorang Mus’ab bin Umair (seorang Sahabat Rasululah yang diutus untuk berdakwah ke kota Yatsrib, Madinah) membacakan Alqur’an saat bertemu dengan para pemuda yang ada di kota Yatsrib.

Dari sekian banyak orang yang mendengarkan bacaan Alqur’an yang dilantunkan oleh Mus’ab ini, ada laki-laki yang terpesona dan takjib dengannya. Namanya Usaid bin Hudhair. Ia adalah kepala suku Aus yang sudah lama menetap di kota Madinah.

“Alangkah indahnya yang kamu baca itu.” Kata Usaid bin Hudhair.

Usaid belum pernah mendengar bacaan yang mengagumkan seperti itu. Ia kemudian masuk Islam untuk bisa mengenal lebih jauh tentang ajaran yang dibawa oleh Rasulullah SAW.

Sejak masuk Islam, Usaid sangat gigih dan semangat untuk memperlajari ayat-ayat Alqur’an. Usaid memang diberikan kecerdasan otak yang cemerlang dalam  menghafalkan firman-firman Allah. Terbukti setelah ia berislam ia tidak pernah meninggalkan hari tanpa membaca Alqur’an. Kalau bahasa sederhananya, tiada hati tanpa membaca Alqur’an.

Usaid sangat mencintai ayat-ayat Alqur’an. Baginya ayat-ayat Allah itu begitu mengagumkan! Bila ia sedang membaca Alqur’an, suaranya begitu merdu dan menyekukkan hati. Sangat indah dan jernih. Terlebih lagi saat ia membacanya pada malam hari.

Para sahabat pun sangat senang ketika Usaid melantunkan firman-firman Allah itu. Bahkan ada diantara mereka yang menunggu-nunggu Usaid ketika akan memaca Alqur’an.

Suatu hari, Usaid duduk di belakang rumahnya. Anak-anak dan istrinya pun sudah tetelap tidur tepat disampingnya. Tidak jauh dari tempat duduknya, ada beberepa kuda miliknya yang sedang berdiri kokoh dan gagah. Terikat kuat di dekat tiang rumahnya.

Ya, Usaid memang terkenal sebagai penunggang kuda yang ulung, bahkan dirinya tergabung dalam pasukan berkuda Islam. Kecekatan Usaid dalam menunggang kuda begitu mengagumkan dan memukau. Selain itu, Usaid juga sangat menguasai pedang dan sangat jago memanah. Kuda yang gagah, pedang dan panah, selalu senantiasa menemani Usaid saat ikut dalam peperangan.

Nah! Malam itu, udara begitu sejuk dan lembut. Langitpun begitu bersih dan jernih. Bintang-bintang terlihat indah berkelap kelip. Suasana yang begitu tenang dan hening itu membuat Usaid bin Hudhair tergerak untuk membaca Alquran. Ia kemudian berwudu, mengambil Alqur’an dan membacanya. Ayat-demi ayat yang dilantunkannya begitu menenangkan. Suaranya mengalir merdu.

Saat beliau sedang melantunkan ayat-ayat Allah, tiba-tiba kuda-kudanya berputar-putra.

Hiiiiekkk..... Hiiiiekkk.... Kudanya berlari sambi bersuara. Saat Usaid berhenti membaca Alqur’an, kuda-kudanya pun berhenti berputar. Saat ia membaca Alqur’an lagi, kuda-kudanya kembali berputar sangat kencang. Saat Usaid berhenti membacanya, maka kudanya pun ikut berhenti. Begitupun seterusnya hingga Usaid menjadi heran.

“Ada apa ini?” Usaid berbisik dalam hatinya.

Ia kemudian bangkit melihat kuda-kudanya. Saat ia meliat ke atas langit, ia sangat terkejut. Usaid melihat ada Awan yang membentuk seperti payung raksasa. Indah dan sangat berkilau. Menggantung seperti lampu-lampu yang bersinar terang dan berkilau. Tak lama awan itu bergerak dan hilang dari penglihatan Usaid.

Keesokan harinya, ia segera bertemu denga Rasulullah dan menceritakan apa yang dialaminya tadi malam. Mendengar hal itu, Rasul tersenyum dan mengatakan “Wahai Usaid, itu adalah malaikat yang ingin mendengarkanmu membaca Alqur’an. Jika engkau teruskan bacaanmu, niscaya banyak oang yang akan melihatnya pula.”

Sahabat Mila, mendengar apa yang disampaikan Rasul, Usaid begitu berbahagia. Kuda-kuda yang berputar saat Usaid membaca Alqur’an juga mereka melihat para malaikat itu di langit. MasyaAllah yah.

Barokallah ya wahai Usaid. Sungguh engkau adalah teladan bagi kami. Semoga Allah senantiasa meramatimu dalam surgaNya. Sahabat Mila, bacaan Alqur’an Usaid ini tidak hanya didengarkan oleh para penduduk bumi tapi juga penduduk langit.

Lalu bagaimana dengan kita? Semoga kita bisa belajar dengan sosok Mujahid satu ini ya.


Salam,
Milah Smart

Slide Degisner Muslimah & Training Facilitator.

 

Selasa, 19 Oktober 2021

Mencintai Nabi Tanpa Tapi

 

Milah Smart - Mencintai Nabi Tanpa Tapi


Sahabat Mila, tepat di hari ini 20 Oktober 2021 kemarin bertepatan dengan 12 rabiul awwal 1443 H, setiap orang khususnya di Indonesia, berlomba-lomba memperingati hari kelahiran Nabi yang agung ini. Nabi Muhammad SAW. Dari pengajian hingga berbagai perlombaan juga digalakkan di setiap masjid-masjid.

Namun sahabat Mila, apakah makna sebenarnya mengenai Mualid Nabi Muhammad ini?

Minggu, 17 Oktober 2021

Empat Tips Presentasi tanpa Grogi

 

Milah Smart
 

Bismillahirohmanirrahim.

Sahabat Milasmart, pernah ndak, merasa grogi saat presentasi materi di kelas? tiba-tiba materi semuanya hilang/ngeblang? lieur bahasa sunda mah. 

Nah! ingin belajar tampil percaya diri, tapi masih bingung bagaimana caranya? Pada kesempatakan kali ini, Mila akan berbagi empat tips agar sahabat bisa tampil presentasi dengan percaya diri dan tanpa grogi. 

Kamis, 14 Oktober 2021

4 Tipe Manusia Ketika Menghadapi Ujian

 

Milah Smart

Assalamualaikum sahabat Mila, apa kabar? semoga selalu dalam keadaan sehat dan bahagia ya:) pada kesempatan yang berbahagia ini, Mila ingin berbagi tentang beberapa tipe manusia (kita sebagai hamba Allah) dalam menghadapi suatu ujian.

Tulisan ini Mila rangkum dari berbagai litelatur buku-buku Islam dan berbagai buku-buku motivasi. Salah satunya buku “Energi Sukses” karangan Ust. DR Miftahur Rahman El-Banjary, MA. (Beliau adalah salah satu motivator asal Indonesia, peraih Doktor Termuda, bidang Sastra dan Bahasa Arab di Universitas Cairo Mesir).

Rabu, 13 Oktober 2021

Empat Cara Seorang Muslim Menegur Saudaranya

 

Milah Smart

Bismillahirrahmanirrahim

Sahabat Mila, dimanapun beradaKali ini MIla ingin mengajak sahabat semua untuk membahas tentang satu masalah yang mungkin sudah tidak asing lagi dipendengaran kita semua. Yakni bagaimana seharusnya seorang muslim dalam menegur. Sebenarnya tulisan ini diawali dengan satu kisah MIla, beberapa tahun silam.

Minggu, 10 Oktober 2021

Antara Pamer dan Pencitraan

 

Milah Smart


Bismillahirohmanirrahim,,

Assalamualaikum sahabat Mila, semoga Allah Ta’ala yang telah mengiringi setiap kesulitan yang kita hadapi dengan kemudahan. Allah lah mengetahui bahwa keberhasilan tidak diraih tanpa kerja keras, kegigihan dan semangat untuk merealisasikan mimpi, mewujudkan karya yang bermanfaat bagi ummat Islam.

Minggu, 03 Oktober 2021

Semangat Dalam Senyap

Milah Smart

Sahabat Mila, mengutip dari nasehat Ibnu Qayyim al-Jauziyah dalam al-Fawa’id, beliau mengibaratkan bahwa ketika kita “beramal tanpa ikhlas dan ittiba’ (meneladani Nabi), maka hal itu, laksana musafir yang mengisi tas ransumnya dengan pasir. Hanya memberatkan perjalanannya, pun tidak bermanfaat baginya.”

Kamis, 30 September 2021

Perkara Rindu, Tuntaskan dengan Temu

 

Milah Smart

Kalimat diatas adalah kalimat yang dikirim mbak Novri via whatsapp kemarin (28/9/21), saat Mila tanya "Mau nyumbang kalimat motivasi ndak mbak"

Ya. Atas izin Allah kami dipertemukan saat vaksin di SDIT Permata Bunda 1 Bandar Lampung. Selain sama-sama sebagai peserta vaksinasi, mbak Novri ini juga mengajar di lembaga tersebut.

Jumat, 24 September 2021

4 Kunci Sukses Mendidik Anak

 

Pada kesempatan kali ini admin akan share mengenai materi "4 T agar sukses mendidik anak" oleh Ust. Muhammad Samson Fajar, M. Sos. Beliau adalah Mudir Ponpes Imbadul Bilad Metro.

Dalam Islam setiap amalan pasti memiliki rukun, dan yang tidak pernah tertinggal adalah tertib.

Rabu, 22 September 2021

Ingkar dan Mendustakan Al-Qur'an Jalan Kesengsaraan


Selamat malam sahabat Mila, semoga selalu sehat dan bahagia. 

Tidak ada pantas kita ucapkan malam hari ini selain beryukur kepada Allah karena kita masih bisa bernafas sampai malam ini. Termasuk nikmat yang paling besar adalah nikmat bisa membaca Al-Qur'an.

Senin, 09 Agustus 2021

CERPEN #2 - JOHAN

 

Milah Smart


Prakk! Terdengar lagi ada piring yang pecah di dapur. Entah piring ke berapa yang menjadi korban atas pertengaran ayah dan mamahnya Johan. Hampir setiap hari, Johan bersahabat dengan suana yang sangat keruh di rumahnya.  Selain piring pecah, meja ruang makan pun pernah menjadi saksi kemarahan ayah ketika betengah dengan mamah.

Ayah Johan adalah sosok yang keras kepala, tidak sayang istri dan pemarah. Setiap hari ayah menghabiskan waktunya untuk bermain judi bersama ke sembilan teman-temannya. Bahkan tak jarang para depkolektor datang dan menggedor rumah Johan untuk menagih hutang ayahnya. Sementara ketika itu Johanlah yang menghadapinya. Lantaran ketika mereka datang, ayah selalu tidak ada di rumah.

Minggu, 04 Juli 2021

CERPEN 1 - BUNDA AIMAN


Cerpen Milah Smart


Aiman adalah anak yang periang. Tapi akhir-akhir ini, ia sangat pendiam. Bunda pun jadi heran. Ada apa dengan Aiman? Ketika Bunda hendak mengobrol dengan Aiman, ia pura-pura sibuk dengan mainannya.

Suatu sore, Aiman duduk di bangku taman, ia ditemani oleh buku komik Islami kesukaannya. Diam-diam ia memperhatikan bunda yang sedang menyiram bunga di taman. Ia gelisah menatap bunda. Terutama menatap benda peyangga dari kayu yang menopang kaki kananya Bunda.

Kaki kanan bunda memang diaputasi. Bunda ditabrak oleh mobil bus yang berlawanan dari arah lain, saat bunda melitas di jalan Raden Intan. Kejadian itu membuat Bunda tidak bisa berjalan lagi sampai sekarang. Kemana-mana Bunda selalu membawa kayu itu sebagai alat penyangka untuk membantunya berjalan.

Itulah kegelisahan Aiman. Pada pembagiaan rapor besok. Bundanyalah yang akan mengambilnya. Sebelumnya, memang ayah yang selalu menamani. Namun karena Ayah harus dinas keluar kota, Bunda yang akan menggantikannya.

Aiman malu mengajak bundanya yang cacat itu ke sekolahnya. “Apa kata teman-teman nanti saat aku membawa bunda ke sekolah” (guamnya dalam hati).

Sebenarnya Aiman sangat bangga dan sayang pada Bundanya yang pintar membuat nasi liwet untuk bekal sekolahnya. Teman-teman di sekolahnya pun sering memuji nasi buatan bundanya itu.

Saat ia di rumah, bundanya selalu menemaninya saat belajar. Maka tak heran jika Aiman selalu menjadi juara dan masuk tiga besar di kelasnya. Teman-teman Aiman ingin sekali bertemu juga berkenalan dengan bunda yang dibanggakannya itu.

“Man, jam berapa besok bunda harus mengambil rapormu?” Tanya Bunda.

“Beneran memangnya, Bunda yang akan mengambil raporku besok?” Aiman balik tanya.

“Iya. Kebetulan Ayah lagi sibuk dan harus keluar kota, jadi tidak bisa pulang untuk mengambil rapor Iman.” Jawab Bunda sambil memberi pengertian kepada Aiman. “Memangnya kenapa?” Tanya Bunda penasaran.

“Em,, Ndak apa-apa ko. Bu Guru bilang jam sepuluh.” Jawab Aiman seraya bangkit dari kursinya.

***

Esoknya, bunda menyiapkan nasi liwet kesukaan Aiman yang juga akan dibawanya ke sekolah. Semalam Abid dan Diki, teman-teman Aiman menelpon Aiman dan memintanya membawa nasi liwet buatan Bundanya itu. Mereka ingin orang tua mereka juga mencicipi bekal Aiman yang enak dan lezat itu.

“Ko, Iman belum siap? Nanti terlambat lo nak.”

“Bunda, Iman di rumah saja ya, Ndak udah ikut ambil rapor ke sekolah.”

“Lho kenapa?”

“Ndak ada apa-apa ko Bunda.”

“Kalau ndak ada apa-apa, kenapa Iman ndak mau ikut? Aiman mau ya, takut nilai rapornya ada merahnya?” tanya Bunda.

Bunda menatap punggung Aiman dengan sedih. Ia tahu anak satu-satunya malu untuk mengenalkannya pada teman-temannya di sekolah.

***

Selama diperjalanan menuju sekolah, wajah Aiman terlihat tegang. Pikiran-pikiran buruk melintas di kepalanya. Pasti teman-teman di sekolah akan mengejeknya setelah melihat bunda yang selalu dibanggakannya itu ternyata cacat.

Setibanya di gerbang SMPIT Daarul ‘Ilmi, Aiman hampir saja tidak mau turun. Namun bunda terus membujuknya.

Aiman dan Bunda, yang berjalan tertatih-tatih dengan kruknya, menuju lapangan itu. Aiman hanya menundukkan kepalanya dan tidak berani menatap teman-teman dan orang tua mereka.

“Assalamualaikum... Aiman, ini bunda yang sering kami ceritan itu?” Ucap Abid menyapa. Aiman hanya mengangguk.

“Tante, kenalkan ini ibunya Abid.”

Aiman melirik bunda dan ibunya Abid yang tengah berjabat tangan dan saling tersenyum.

Tak lama Diki, diikuti teman-temannya yang lain mengenalkan umi mereka pada Bunda. Ternyata kehadiran bunda disambut hangat oleh teman-temannya. Tak ada satu pun yang mempermasalahkan kaki Bunda yang catat.

“Aiman, kamu bawa pesanan kita ndak?” tanya Iqbal tiba-tiba.

Aiman tersenyum dan mengambil kotak besar berisi nasi liwet yang disiapkan Bundanya. Iqbal membuka dan mereka pun bersama bundanya makan bersama di terus sekolah.

“Resepnya apa sih bu?” Ko anak-anak kami jadi ogak bawa bekalnya sendiri.” Tanya Ibu Diki penasaran.

“Iya Bu, bekal Ilham, anak saya juga, mash sering utuh. Katanya sudah makan nasi liwet buatan Bundanya Aiman.” Sahut Bunda Ilham.

Aiman mendengar ucapan-ucapan para ibu tersebut. Hatinya mulai terbuka, meski bundanya cacat tapi banyak kelebihan yang dimiliki Bunda. Orang-orang pun tetap menghargainya.

Aiman merasa malu, karena dirinya telah berprasangka buruk bahwa orang-orang akan menjelekkan Bundanya. Ia juga merasa bersalah kepada Bundanya karena sempat merasa malu pada dirinya yang cacat.

Aiman menarik Bunda, sambil mendekatkan wajahnya. Sebuah ciuman kecil mendarat di pipinya Bunda. “Aiman bangga pada Bunda.” Ucapnya lirih. Hatinya lega dan bahagia.

----------------------

Dibukukan dalam buku Antoogi berjudul "Surat Terakhir" Juni 2021 oleh penerbit  kalanapublishing